Petir Sambar Subulussalam

Ini Cara Penanganan Korban Petir Secara Medis, Hindari Menanam Tubuh Korban ke Dalam Lumpur

Petir, menjadi salah satu bencana paling menyeramkan bagi masyarakat Kota Subulussalam lantaran setrum alam ini bukan hanya merusak rumah atau benda..

Ini Cara Penanganan Korban Petir Secara Medis, Hindari Menanam Tubuh Korban ke Dalam Lumpur
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
dr H Sarifin Usman Kombih,┬áPembina Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Subulussalam. 

Ini Cara Penanganan Korban Petir Secara Medis, Hindari Menanam Tubuh Korban ke Dalam Lumpur

Laporan Khalidin I subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Petir, menjadi salah satu bencana paling menyeramkan bagi masyarakat Kota Subulussalam lantaran setrum alam ini bukan hanya merusak rumah atau benda lainnya tapi tak jarang menelan korban jiwa. Peristiwa terkini terjadi,  Jumat (22/11/2019) sebanyak empat warga disambar petir plus satu rumah ludes terbakar di Desa Danau Teras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam

Dalam kejadian tadi sore, Murni (25) istri Isharmoko yang juga disambar petir mengalami luka parah bahkan sempat ditanam dalam kubangan lumpur. Menanam atau mengubur tubuh korban sambaran petir dalam tanah berlumpur merupakan kebiasaan turun temurun di masyarakat Kota Subulussalam yang diyakini sebagai penghilang setrum atau bisa petir. 

Yah, menanam atau mengubur tubuh korban sambaran petir dalam tanah berlumpur merupakan kebiasaan turun temurun di masyarakat Kota Subulussalam.

Terlepas benar atau tidak secara medis namun hingga kini kepercayaan masyarakat menanam korban petir dalam kubangan lumpur masih terjadi.

Lalu bagaimana tinjauan secara medis soal menanam korban petir dalam kubangan lumpur?

Berikut wawancara Serambinews.com dengan dr H Sarifin Usman Kombih, pembina Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Subulussalam.

Disebut Stres karena Gagal Jadi Menteri Prabowo, Rocky Gerung: Saya Sudah Masuk Kabinet Said Didu

Disebut Stres karena Gagal Jadi Menteri Prabowo, Rocky Gerung: Saya Sudah Masuk Kabinet Said Didu

Peserta Fun Bike dan Fun Walk Unsyiah Diimbau Peduli Kebersihan Lingkungan

Menurut dr Sarifin, Kota Subulussalam merupakan daerah rawan petir bahkan kerap menimbulkan korban.

Dalam hal ini, dr Sarifin mengatakan, penanganan sementara korban petir atau pertolongan pertama yang selama ini lazim dilakukan dengan cara melumuri tubuh korban menggunakan tanah basah atau lumpur. Namun secara medis, menurut Sarifin belum ada bukti ilmiah melumuri tubuh korban petir dengan lumpur.

Halaman
1234
Penulis: Khalidin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved