Invest in Aceh

Nasabah BNI Bersedia Pindah ke Syariah  

Sebanyak 95 persen lebih nasabah PT Bank BNI (Persero) Tbk di Aceh bersedia pindah ke BNI Syariah...

Nasabah BNI Bersedia Pindah ke Syariah   
For Serambinews.com
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo menyerahkan cindera mata kepada Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din dalam kunjungan silaturahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Banda Aceh, Jumat (22/11/2019).  

BANDA ACEH - Sebanyak 95 persen lebih nasabah PT Bank BNI (Persero) Tbk di Aceh bersedia pindah ke BNI Syariah. Hal tersebut sejalan dengan pemberlakukan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, saat bersilaturrahmi sekaligus sosialisasi dan literasi mengenai produk dan layanan BNI Syariah, di Kantor Harian Serambi Indonesia, Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (22/11).

Kunjungan Direktur Utama BNI Syariah serta sejumlah jajarannya diterima oleh Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, Manager Newsroom, Bukhari M Ali, Manager Iklan, Hari Teguh Patria, Redaktur Ekonomi dan Bisnis, Ibrahim Ajie, dan sejumlah manager lainnya di Harian Serambi Indonesia.

"Lebih 95 persen nasabah BNI baik itu nasabah dana atau pembiayaan bersedia pindah ke Syariah. Selain itu, survei yang dilakukan terhadap pegawai BNI terkait minat berpindah ke BNI Syariah juga ditemukan sebanyak 78 persen pegawai bersedia untuk pindah ke BNI Syariah," sebutnya.

Dalam rangka mendukung penerapan qanun tersebut, pihaknya juga langsung turun untuk memberikan literasi dan edukasi ke masyarakat tentang BNI Syariah di Aceh. Ia menyebutkan, dari 31 cabang, dua cabang sudah tutup dan berkonversi menjadi BNI Syariah yaitu  di Bener Meriah dan Keutapang. Sementara yang lain juga akan menyusul konversi ke syariah hingga 2020, sehingga nanti totalnya ada sekitar Rp 3,2 triliun pindah pengalihan bisnis dari konvensional ke syariah.

Ia mengatakan, gedung, kendaraan dan tanah milik BNI juga akan masuk ke dalam modalnya BNI Syariah. Sehingga BNI Syariah mendapat tambahan modal sekitar Rp 400 miliar lebih, serta penambahkan aset sekitar Rp 3 triliun.  "Mudah-mudahan BNI Syariah Aceh menjadi kantor cabang terbesar karena kelimpahan 31 cabang konversi ke syariah," katanya.

Dalam pemberitaan Serambi sebelumnya, sudah ada tujuh KCP BNI Syariah hadir di Aceh, masing-masing di lima KCP di Banda Aceh, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang yang pada satu kantor ada dua layanan yaitu konvensional dan syariah. Selanjutnya, secara bertahap semuanya akan beralih ke syariah.

Sementara dua KCP lagi masing-masing di Bener Meriah dan Keutapang, Aceh Besar resmi beralih ke syariah. Hal tersebut sesuai dengan surat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada kesempatan itu Dirut BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo juga menyebutkan bahwa saat ini banyak pejabat di Indonesia yang memberikan iB Hasanah Card kepada anak-anaknya yang bersekolah di luar negeri. Hal itu dilakukan sebagai upaya mitigasi resiko dari sisi syariah, pasalnya kartu ini tidak dapat digunakan pada tempat-tempat atau restoran yang tidak tersedia makanan halal.

"Hasanah Card itu bekerja sama dengan MasterCard yang hanya dapat digunakan pada restoran dan tempat-tempat yang halal. Kalau kita pakai kartu ini dan ketika masuk ke restoran, lalu direject kartunya, itu bukan karena tidak ada uang tapi karena disitu tidak ada makanan halal," jelasnya.

Lebih jelas, Hasanah Card merupakan kartu pembiayaan yang berfungsi sebagai kartu kredit berdasarkan prinsip syariah, yaitu dengan sistem perhitungan biaya bersifat tetap, adil, transparan, dan kompetitif tanpa perhitungan bunga yang diterima di seluruh tempat bertanda MasterCard, dan semua ATM yang bertanda CIRRUS di seluruh dunia yang diterbitkan oleh BNI Syariah.

Dikatakan, dengan tema halal destination city maka produk ini juga mendukung adanya halal travel. Di Indonesia, hanya ada dua kota yang diakui dunia sebagai halal destination yaitu Padang dan Lombok. "Mungkin Aceh sebentar lagi yang masuk dalam world travel," ujarnya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved