Invest In Aceh

OJK Bentuk Satgas Investasi Bodong

Kepala OJK Aceh, Aulia Fadly, mengingatkan masyarakat Aceh agar tidak tergiur tawaran kredit online yang berbasis aplikasi.

OJK Bentuk Satgas Investasi Bodong
SERAMBI/HERIANTO
Ass II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek, sedang menyerahkan santunan kepada anak yatim di Acara HUT OJK Ke-8 di Kantor OJK Aceh, Jumat (21/11). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Aulia Fadly, mengingatkan kepada masyarakat Aceh agar tidak tergiur dengan tawaran kredit online yang berbasis aplikasi, yang menawarkan berbagai kemudahan dan hadiah di luar logika. Apalagi ada yang menjual-jual nama OJK.

Hal itu disampaikan Aulia Fadly kepada Serambi, seusai acara Peringatan HUT ke-8 OJK di Kantor OJK Banda Aceh, Jumat (21/11). Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, dan para kepala perbankan serta lembaga keuangan lainnya yang beroperadi di Aceh.

Meski begitu, kata Aulia, belum ada warga yang menjadi korban kredit online melaporkan ke OJK Aceh. Tapi tidak tertutup kemungkinan kalau masyarakat tidak ekstra hati-hati, terhadap penawaran dari lembaga keuangan bodong tersebut, bisa menjadi korban penipuan.

Untuk mencegah hal itu, ungkap Aulia, OJK sudah membentuk Satgas Pengawas Pencegahan Investasi Bodong yang anggotanya terdiri dari OJK, BI, Polisi, Jaksa, Kehakiman, Koperasi dan UKM, Disperindag dan lembaga terkait lainnya. “OJK juga sudah membuka nomor sentral pengaduan 157. Jika ada lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh atau online aplikasi menawarkan berbagai produk pinjaman atau sejnisnya dengan pemberian iming-iming di luar kebiasaan, tolong dikonfirmasi kepada OJK lebih dulu ke nomor 157 tersebut, sebelum melakukan transasksi,” pesannya.

Untuk mencegah penipuan investasi bodong, kata Aulia, pihaknya telah melaksanakan leterasi dan edukasi ke sekolah-sekolah dan mahasiswa serta berbagaia lembaga masyarakat dan usaha. Ini sangat penting, agar masyarakat tidak tertipu bujuk rayu, investor bodong yang berjanji memberikan bunga yang tinggi dan hadiah yang besar bagi masyarakat, jika masyarakat mau berinvestasi pada usahanya.

Di luar Aceh, kata Aulia, banyak sudah kasus penipuan investasi bodong yang terjadi dan terungkap. Semoga di Aceh, tidak terjadi hal yang sama.  Karena itu, pengawasan dari OJK dan aparat keamanan belum lah cukup, tanpa ada dukungan dan kesadaran berhati-hati penuh dari masyarakat.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang diwakili Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek dalam arahannya mengatakan, OJK sudah memberikan kontribusi yang besar untuk pengembangan dan pembangunan Lembaga Keuangan Syariah di Aceh.

“Pada saat PT Bank Aceh, ingin melakukan konversi dari konvensiaonal ke syariah, OJK dan BI berada di depan. Kedua lembaga ini membantu Pemerintah Aceh dalam pelaksanaan sosialisasi qanun LKS Nomor 11 tahun 2018 kepada Lembaga Keuangan, baik yang berada di Aceh, sebagai Kantor Cabang/Kanwil maupun yang berada di kantor pusat, di Jakarta,” tandasnya.

Pemerintah Aceh, kata Dadek, terus berharap kepada OJK dan BI, untuk melaksanakan program sosialisasi, literasi dan edukasi terhadap qanun nomor 11 tahun 2018 mengenai Lembaga Keuangan Syariah kepada berbagai Lembaga Keuangan dan nonkeuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Lembaga Keuangan Syariah, sehingga kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk Lembaga Keuangan Syariah bisa meningkat. Sekarang ini antara tingkat leterasi atau pemahaman dan pemanfaatan (ingklusi) nya baru berkisar 2-41 persen, tahun depan tingkat bisa meningkat menjadi  40-60 persen.

Harapan lain Pemerintah Aceh terhadap OJK dan BI, adalah pembentukan dan pelaksanaan Lembaga Keuangan Syariah Penjamin Kredit UKM. Lembaga itu juga sangat penting, agar UKM dan IKM  kita di Aceh, bisa dengan mudah mendapat pinjman kredit, untuk pengembangan industri dan usaha kecil dan menengah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tinggi, dari 4 persen naik menjadi 5 persen. Sehingga Aceh dapat lebih kontributif dan inklusif dalam membangun negeri.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved