Breaking News:

PARIWARA

Jadikan Sigupai Sebagai Varietas Unggul Nasional  

‘Bapak Tani Abdya’, mungkin itulah kata yang tepat dilabelkan kepada Akmal Ibrahim. Betapa tidak, hampir sebagian besar programnya it

SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim SH bersama Dandim 0110/Abdya, Letkol Czi M Ridha Has ST MT, ketua DPRK Abdya, Nurdianto dan sejumlah pejabat melakukan tanam perdana uji multilokasi perbaikan varietas lokal sigupai, Selasa (1/10/2019) siang di Desa Cot Ba'u, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya. 

‘Bapak Tani Abdya’, mungkin itulah kata yang tepat dilabelkan kepada Akmal Ibrahim. Betapa tidak, hampir sebagian besar programnya it, 'terkuras' pada sektor pertanian. Selain mensejahterakan para petani, Akmal pun tak luput untuk mempromosikan Kabupaten Abdya untuk tingkat nasional. Salah satu terobosan yang dilakukan oleh suami Ida Agustina itu, adalah pada tahun 2020, menargetkan padi sigupai akan diajukan sidang pelepasan varietas lokal menjadi Varietas Unggul Baru Nasional (VUBN) ke Kementerian Pertanian RI. Bila ini diterima maka untuk komoditi padi, Abdya yang pertama di Aceh mengajukan pelepasan varietas lokal Sigupai.

Upaya itu, sudah dirintis oleh Akmal sejak awal dilantik dengan Muslizar. Salah satu upaya yang dilakukan Akmal adalah mengajak ahli varietas padi dari Unsyiah, Dr Efendi M Agric Sc dan Distanbun Aceh. Beras Sigupai di samping rasanya enak, perawatannya juga mudah. Hasilnya juga jauh lebih baik dibandingkan padi varietas lain.

Upaya Akmal, bak gayung bersambut. Betapa tidak, Dr Efendi cs sudah mencoba melakukan penelitian sejak lama. Memang ada yang menjadi keluhan petani yakni umur Sigupai yang sangat panjang, sehingga dikhawatirkan akan gagal masuk calon varietas unggul baru nasional. Namun, Efendi tak patah arang. Ia terus berupaya agar Sigupai itu masuk benih nasional, karena Sigupai jauh lebih baik dari beras lainnya.

"Awal saya melakukan penelitian itu sejak 2012. Karena, Sigupai ini ikon, malah bisa dikatakan ikon Aceh, sebab berasnya enak, wangi, dan bersih," kata Efendi  di sela-sela penanaman perdana uji multilokasi perbaikan varietas lokal Sigupai di Desa Cot Ba'U, Kecamatan Lembah Sabil, beberapa waktu lalu.

Awalnya, sebut Efendi, umur Sigupai itu berkisar  4 bulan hingga 4 bulan 15 hari dan hasilnya dibawah 6 ton. Dengan usia selama itu, sangat tidak mungkin Sigupai bersaing dengan padi dan benih unggul lain yang hanya berumur 3 bulan 20 hari. "Akhirnya, saya kawinkan guna mempersingkat umur dan hasilnya banyak. Saya kawinkan Sigupai dengan IRBB-27 dari Filipina. Alhamdulillah hasilnya memuaskan," ungkapnya.

Pada perkawinan pertama itu, lanjutnya,  padi yang bernama latin oryuza sativa-L itu mulai menampakkan hasil yang baik  Hasilnya sudah mencapai 9 ton, namun umurnya masih 130 hari, sehingga harus dipersingkat lagi. "Ini yang ketiga. Alhamdulillah lahirlah Sigupai baru, umurnya sudah 100 hari dan hasilnya 9 ton lebih. Jika dibandingkan dengan Ciherang, maka Sigupai akan unggul karena umur Ciherang 110, sedangkan Sigupai 100 hari, hasil pun melimpah," terangnya.

Atas hasil itu, Dr Efendi pun sudah melakukan penanaman multilokasi sebagai salah satu syarat pelepasan varietas. Penanaman ini dilakukan di beberapa kabupaten di Aceh dan beberapa provinsi, seperti di Bireuen, Aceh Besar, Subang Jawa Barat, Blitar, Malang, Jember Jawa Timur, Lampung, hingga Badung, Bali.

“Dari sejumlah provinsi itu, saat panen hasilnya sama dengan di Aceh,” sebut dia. “Makanya, langkah selanjutnya kita mengajukan ke Kementerian Pertanian RI agar Sigupai bisa menjadi varietas unggul baru nasional,” ulas dia. "Insya Allah, Sigupai juga akan dijadikan tagline Abdya untuk 5 tahun ke depan yang diprakarsai oleh Habiburrahman STP MSc, putra Abdya yang konses juga di perbenihan tanaman pangan Distanbun Aceh,” pungkasnya.(*)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved