Breaking News:

PARIWARA

KEK Harapan Baru Abdya di Teluk Surien

Akmal Ibrahim SH dan Muslizar MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) masa jabatan 2017-2022 oleh Gubernur Aceh

Editor: hasyim
DOK/HUMAS PEMKAB ABDYA
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dan Ketua ISMI Pusat, DR Ilham Akbar Habibie memperlihatkan naskah MoU usai penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan Teluk Surien di Sekretariat ISMI, Bakrie Tower, Jakarta, Agustus 2019. 

* Dua Tahun Kemimpinan Akmal/Muslizar MT

Akmal Ibrahim SH dan Muslizar MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil  Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) masa jabatan 2017-2022 oleh Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf MSc pada 14 Agustus 2017. Khusus bagi Akmal, ini merupakan kepercayaan kedua yang diberikan rakyat kepadanya setelah pada periode 2007-2012.

Dua tahun menjabat, pasangan ini mulai terus mewujudkan sejumlah visi dan misi mereka. Meski sejumlah visi-misi sudah terealisasi, namun Bupati Akmal Ibrahim SH dan Wakil Bupati Muslizar MT terus berjuang agar ‘Nanggroe Breuh Sigupai’ itu maju dan sejahtera. Salah satu yang gencar dilakukan Akmal-Muslizar saat ini adalah menjadikan Surien sebagai Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK.

Ya, salah satu sudut di Kecamatan Kuala Batee itu, memang sudah jauh-jauh hari dimpikan Akmal akan menjadi pusat hilir mudik aktivitas ekspor impor di barat selatan (Barsela) Aceh. Bahkan, saat periode pertamanya menjabat dulu 2007-2012, Akmal lebih dulu membuat akses jalan lebar 30 meter atau sering disebut jalan 30, mulai dari jalan nasional di Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot menuju Surin, Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee  hingga ke Pulau Kayu, Kecamatan  Susoh.

Mengapa Abdya sangat siap menjadi lokasi KEK di wilayah Barsela, salah satunya ya karena kelengkapan infrastruktur. Sebab, Abdya kini memiliki Bandar Udara (Bandara) Kuala Batu di Pulau Kayu, Susoh, cadangan listrik cukup setelah beroperasi Gardu Induk (GI) Blangpidie, serta sumber air bersih lebih dari cukup. Dipilihnya Surien sebagai lokasi KEK, juga punya dasar sangat kuat. Pasalnya, faktor geografis Surien yang berada di tengah Barsela menjadi alasan kuat KEK Barsela tepat berada di Abdya.

Bahkan, Akmal sering menyampaikan kepada sejumlah pihak bahwa suatu saat Surien akan menjadi ‘Singapura Mini Aceh’. Terlebih, sejak 2008, Akmal juga  telah menetapkan Surien sebagai kawasan industri dan pelabuhan. "Jika KEK Barsela jadi di Surien, insya Allah apa yang saya sampaikan itu akan terwujud dan benar adanya,"ucap Akmal.

Pasca ditetapkannya Kabupaten Abdya sebagai salah satu calon Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Wilayah Barsela Aceh oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, berbagai persiapan telah disiapkan oleh pemkab setempat. Salah satu persiapan utama adalah Pemkab Abdya memantapkan pilihan lokasi ke kawasan Teluk Surin yang berada di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee.

Bupati Akmal Ibrahim di hadapan tim Persiapan Pembentukan KEK dan KIT Wilayah Barsela memaparkan dengan rinci terkait kelayakan Teluk Surien sebagai lokasi KEK dan KIT di Abdya. Salah satu bentuk keseriusan itu, Pemkab Abdya juga sudah mempersiapkan sarana pendukung atau insfrastruktur sejak lama, seperti lahan seluas 745 hektare (ha) dan akses jalan yang memadai. Bahkan jalan tersebut telah dipersiapkan sejak tahun 2008 lalu.  

Ditinjau secara regional dan global pun,  nilai plus Teluk Surien kian tinggi karena berada dalam kawasan Samudera Hindia. Selain itu, Kabupaten Abdya juga berada di tengah-tengah wilayah Barsela sehingga jarak tempuh dari dan ke kabupaten/kota tetangga seperti ke Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara, hanya antara 2 hingga 5 jam. Ditambah lagi, dalam wilayah Barsela terdapat 36 unit pabrik kelapa sawit yang memproduksi ribuan ton CPO, kernel dan cangkang per hari.

Kelebihan lain Teluk Surien yakni, kawasan itu juga sudah dirancang menjadi pelabuhan darat sehingga lebih aman kapal berlabuh ketimbang pelabuhan terbuka. Untuk diketahui, Pelabuhan Teluk Surien memang dirancang sebagai pelabuhan darat karena keberadaannya pada lekuk atau teluk dalam hamparan Samudera Hindia.

Untuk meyakinkan keunggulan Abdya sebagai kawasan KEK dan KIT, Bupati Akmal Ibrahim didampingi Wabup Muslizar MT, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRK, dan sejumlah pejabat terkait, mengajak Tim Persiapan Pembentukan KEK dan KIT Wilayah Barsela yang dipimpin oleh Kabid Pengembangan Industri Agro dan Manufaktur Disperindag Aceh, M Surya Putra ke kawasan Teluk Surien. Jarak Teluk Surin dari Blangpidie (Ibu Kota Abdya) melalui jalur Kecamatan Susoh hanya sekitar 20 kilometer.

Usaha Akmal kini mulai ada titik terang. Soalnya, Tim Persiapan KEK/KIT yang dibentuk oleh Nova Iriansyah itu menilai, Kabupaten Abdya layak dijadikan KEK Barsela. Apalagi, Abdya masuk dari tiga kabupaten yang diusulkan ke Bappenas. Bahkan, dari tiga kabupaten itu, Abdya bertengger di posisi pertama dengan nilai 69,62, disusul Aceh Jaya, dan posisi ketiga Nagan Raya.

Bukan saja dinilai layak oleh tim, sejumlah lapisan masyarakat turut mendukung KEK tersebut. Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) pun turut mendukung Abdya sebagai KEK Barsela Aceh. Bentuk keseriusan itu ditunjukkan dengan sikap Ketua Umum ISMI,  DR Ilham Akbar Habibie yang mengundang Bupati Abdya, Akmal Ibrahim bersama tim untuk menandatangani perjanjian kerja sama di Sekretariat ISMI, Bakrie Tower, Jakarta pada Agustus 2019 lalu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved