Breaking News:

PARIWARA

Masjid Agung Abdya Dibangun Lagi  

Pada 14 Agustus 2019 lalu, tepat dua tahun kepemimpinan Akmal-Muslizar memimpin Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

DOK/HUMAS PEMKAB ABDYA
Maket Masjid Agung Abdya di Desa Seunaloeh, Blangpidie yang masih dalam tahap penyelesaian akhir dengan menyerap anggaran mencapai Rp 53 miliar. 

Pada 14 Agustus 2019 lalu, tepat dua tahun kepemimpinan Akmal-Muslizar memimpin Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Selama dua tahun itu pula, pasangan yang mengusung jargon ‘Kembalikan Harapan Rakyat’ itu sudah melahirkan sejumlah komitmen dan janji politik yang disampaikan pada Pilkada 2017 lalu.

Salah satu janji Akmal Ibrahim dan Muslizar MT pada Pilkada 2017 lalu adalah pembangunan Masjid Agung. Masjid yang berdiri di Desa Seunaloh, Kecamatan Blangpidie itu sempat terbengkalai, seusai Akmal mengakhiri jabatannya sebagai Bupati Abdya definitif pertama pada 2012.

Untuk melanjutkan pembangunan Masjid Agung ini, Akmal Ibrahim memplotkan anggaran mencapai Rp 53 miliar lebih. Pada 2018, Akmal mengusulkan anggaran Rp 25 miliar dan 2019 sebesar Rp 28 miliar. Anggaran Rp 25 Miliar pada 2018 itu diplot untuk kelanjutan pembanguan masjid. Sedangkan Rp 28 Miliar pada 2019, untuk penyelesaian pembangunan, yang terbagi beberapa item, seperti fisik masjid hingga selesai, tempat wudhu, saluran air, taman, dan sejumlah item lainnya. Untuk item penyelesaian masjid dialokasikan sebesar Rp 12 miliar lebih, tempat wudhu pria dan wanita sekitar Rp 3 miliar lebih, dan taman mencapai Rp 6 miliar lebih, serta saluran sebesar Rp 1 miliar. 

Plt Kadis Perkim dan LH Abdya, Armayadi ST menargetkan, jika pelaksanaan itu sesuai dengan waktu yang ditetapkan, maka pad akhir tahun 2019, Masjid Agung yang sempat terhenti pembangunannya hampir enam tahun lebih itu sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. "Insya Allah, akhir 2019 sudah bisa kita manfaatkan," janji Plt Kadis Perkim dan LH Abdya, Armayadi, didampingi Kabid Perumahan Rakyat dan Bangunan Gedung, Mahyuzar ST.

Saat ini, jelasnya, lantai masjid sudah dipasang keramik seluas 1.800 meter itu, termasuk juga telah dipasang sejumlah kubah berwarna kuning emas di atasnya. Sementara di sekeliling bangunan didesain taman dengan anggaran mencapai Rp 6 miliar lebih. Di lantai paling bawah nanti, akan dijadikan perkantoran khusus instansi yang berkaitan dengan keagamaan. Karena rencananya, Masjid Agung Abdya itu memang bukan saja sebagai tempat ibadah, melainkan juga berfungsi menjadi sarana perkantoran beberapa dinas seperti Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Kantor Majelis Permusyawatan Ulama (MPU), dan dan sarana pendidikan agama bagi anak-anak.      

Seperti diketahui, Pasca beralihnya pemerintahan Akmal Ibrahim kepada Jufri Hasanuddin, pembangunan Masjid Agung yang direncanakan oleh Akmal untuk menyatukan seluruh umat Islam itu terhenti. Bahkan, hingga berakhir kepemimpinan Jufri, pembangunan masjid itu tak kunjung dilanjutkan. Padahal, pada 2015 dan 2016, anggota dewan telah memplotkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk kelanjutan pembangunan masjid tersebut, namun hingga akhir tahun, dana itu tak kunjung dicairkan dan terjadi Silpa.(*)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved