Persiraja Jaga Marwah Sumatera, Kembali Promosi ke Liga 1
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi saksi perjuangan skuadra Persiraja di Liga 2 musim 2019
BANDA ACEH - Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi saksi perjuangan skuadra Persiraja di Liga 2 musim 2019. Petang kemarin, Ferry Komul dkk memastikan promosi ke Liga 1 menyusul kemenangan atas Sriwijaya FC Palembang, 1-0.
Keberhasilan di babak play-off membuat Lantak Laju mengikuti jejak Persik Kediri, dan Persita Tangerang ke Liga 1. Sejarah dibikin Macan Putih–julukan Persik Kediri–ketika tampil sebagai juara Liga 2 musim ini setelah mengatasi perlawanan Persita, 3-2, tadi malam. Musim 2019, Persik datang sebagai tim promosi setelah menjuarai Liga 3 tahun 2018.
Bagi Agus Suhendra cs, sukses kali ini mengulang prestasi Persiraja tahun 2011. Kala itu, Lantak Laju lewat sentuhan tangan dingin Herry Kiswanto memastikan promosi Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Persiraja harus puas sebagai runner-up usai takluk di tangan Persiba Bantul lewat gol Wahyu Wijiastanto.
Hanya saja, selepas promosi ke ISL–kini namanya Liga 1–, Persiraja memilih bertanding di Indonesia Primere League (IPL). Sementara Persiba Bantul dan Mitra Kukar tetap bernaung di ISL. Kala itu, kompetisi liga di Indonesia terpecah dua.
Lolosnya Persiraja ke kasta tertinggi sepakbola Tanah Air tentu saja menjaga marwah Pulau Sumatera. Dari tiga klub lolos ke perempatfinal, hanya Lantak Laju yang berjaya. PSMS Medan lebih dulu tersisih, sementara Sriwijaya gagal kembali promosi usai degradasi musim lalu.
Kecuali itu, Persiraja berpotensi menjadi satu-satunya wakil Pulau Sumatera yang akan berkompetisi di Liga 1 musim 2020. Hingga saat ini, skuad Semen Padang dan Badak Lampung FC masih berkubang di papan bawah Liga 1. Bahkan, kedua tim asal Sumatera terancam degradasi ke Liga 2.
Besutan Hendri Susilo pantas berterima kasih kepada anak muda asal Lambeugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Assanur Rijal. Ia sukses mencetak gol ke gawang Sriwijaya memanfaatkan umpan Defri Riski pada menit 53. Gol tunggal dari jebolan SSB Indrapuri ini bertahan hingga laga bubaran.
Gol itu terjadi akibat kesalahan pemain bawah Sriwijaya, Rahmat Juliandi yang tidak mampu menyodorkan bola ke kiper Sriwjaya, Galih Sudaryono. Bola tersebut berasal dari tendangan jauh kiper Persiraja, Fakhrurazi Kuba yang gagal diantisipasi Rahmat.
Defri Rizki yang melihat bola itu langsung merebut dan menyodorkan ke Assanur Rijal. Tanpa ampun, Tores–sapaan akrab Assanur Rijal--langsung menjebolkan bola ke gawang Sriwijaya yang sudah kosong. 1-0 untuk Lantak Laju.
Sejenak wasit meniupkan pluit panjang, pemain Persiraja yang sudah berjuang hampir 97 menit (90+7) langsung merebahkan badan ke tanah. Mereka bersujud syukur atas rumput Lapangan Kapten I Wayan Dipta, sebagai wujud atas hasil yang mereka raih.
Tangis haru
Pemain cadangan, pelatih, ofisial hingga Presiden Persiraja, Nazaruddin Dekgam tak kuasa menahan kegembiraan. Mereka tak kuasa menahan haru sembari meneteskan air mata. Bahkan, Mukhlis Nakata tampak menangis tersedu yang dipeluk oleh pemain lainnya.
Di sisi lain, Ferry Komul yang selalu diplot sebagai kapten beberapa kali mengusapkan tangan ke matanya. Air mata pemain asal Batupahat, Lhokseumawe ini berlinang sebagai tanda bahagia. Ya, pemain paling senior di tubuh Lantak Laju itu sudah memberikan yang terbaik.
Pelatih Persiraja, Hendri Susilo mengaku sangat bahagia atas raihan anak-asuhnya yang berhasil promosi. Karena, di awal liga, Persiraja tidak menargetkan promosi liga 1. "Saya nggak bisa banyak bicara, bahagia sekali. Awalnya, kita targetnya nggak ke liga 1, namun dalam perjalanan waktu tim ini menunjukkan kapasitas, akhirnya di putaran kedua baru kita target ke liga 1," ujar pelatih asal Bukitinggi, Sumatera Barat itu.(ran/mun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/suporter-setia-persiraja-yang-tergabung-di-skull-suporter.jpg)