Salam

Persiraja, Teruslah Jadi Kebanggaan Aceh  

Persiraja meraih tiket terakhir ke liga paling bergengsi di tanah air itu dengan susah payah, pada Senin (25/11) petang

Persiraja, Teruslah Jadi Kebanggaan Aceh   
For Serambinews.com
Pencetak gol Persiraja, Assanur 'Torres' Rijal berselebrasi bersama Zamrony dan Husnuzhon usai menang melawan Sriwijaya FC, di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali.(For Serambinews.com) 

Persiraja Banda Aceh sangat membanggakan. Mereka berhasil merebut tiket untuk berlaga di Liga 1 Indonesia musim depan. Persiraja meraih tiket terakhir ke liga paling bergengsi di tanah air itu dengan susah payah, pada Senin (25/11) petang. Adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, yang menjadi saksi bisu betapa kerasnya perjuangan anak-anak Persiraja saat mengalahkan Sriwijaya FC Palembang, 1-0 untuk berhak melenggang ke Liga I.

Persiraja, kemungkinan menjadi satu-satunya tim sepak bola dari Pulau Sumatera yang akan berlaga di Liga I Indonesia musim mendatang.  Sebab, hingga awal pekan ini, skuad Semen Padang dan Badak Lampung FC masih berkubang di papan bawah Liga 1 dan kedua tim asal Sumatera terancam degradasi ke Liga 2.

Gol tunggal kemenangan Persiraja yang dilatih Hendri Susilo, dicetak anak muda asal Lambeugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Assanur Rijal. Ia sukses menjebol gawang Sriwijaya memanfaatkan umpan Defri Riski pada menit 53. Gol tunggal dari jebolan SSB Indrapuri ini bertahan hingga laga bubaran.

Pelatih Persiraja, Hendri Susilo mengaku sangat bahagia atas raihan anak-asuhnya yang berhasil promosi. Karena, di awal liga, Persiraja tidak menargetkan promosi liga 1. "Saya nggak bisa banyak bicara, bahagia sekali. Awalnya, kita targetnya nggak ke liga 1, namun dalam perjalanan waktu tim ini menunjukkan kapasitas, akhirnya di putaran kedua baru kita target ke liga 1," ujarnya.

Presiden Persiraja, H Nazaruddin Dekgam sangat bersyukur atas hasil yang diraih timnya. "Alhamdulillah, Persiraja tim kebanggaan masyarakat Aceh berhasil promosi ke liga 1. Kita akan persiapkan tim ini sebaik-baiknya agar bisa mencetak prestasi puncak di Liga 1 tahun depan," ujar Dekgam.

Keberhasilan Persiraja melangkah ke Liga 1 bukan hanya impian anak-anak dan manajemen Tim Lantak Laju, tapi juga kerinduan masyarakat Aceh. Ini terlihat dari luapan kegemberiaan banyak pecandu sepak bola di warung-warung kopi. Mereka bersorak sorai bahkan kemudiannya bersujud syukur setelah Persiraja memastikan satu tikat ke Liga 1.

Persiraja kini menjadi branding tersendiri dalam dunia olahraga di Aceh. Tim sepak bola ini sudah kembali menjadi daya tarik bagi jutaan masyarakat. Setiap pertandingan Persiraja kelak akan menjadi hiburan rakyat yang sangat ditunggu-tungu.  Maka, Persiraja teruslah menjadi kebanggaan Aceh.

Ada yang bilang, sepakbola merupakan pertandingan yang sarat dengan emosi, gembira, serta marah‑marah, karena di saat sebuah kesebelasan berhasil atau gagal memasukkan bolanya ke dalam gawang lawan, di situlah rasa tersebut muncul.

Tapi, pertandingan sepakbola merupakan hiburan yang dapat membuat seluruh lapisan masyarakat antusias untuk menyaksikannya. Di Aceh memang banyak tim sepak bola yang memiliki pendukung fanatik. Kita sebut saja PSAP Sigli, PSSB Bireuen, PSLS Lhokseumawe, PSBL Langsa, dan lain-lain. Namun, dari sejumlah tim sepak bola kebanggaan Aceh ini, hanya Persiraja yang pernah bermain di Liga I atau divisi utama.

Memang tidak gampang menjadi tim sepak bola yang dicintau masyarakat. Persiraja pernah Aon-off@ dengan pendukungnya. Ini karena prestasi Persiraja yang kerap kurang stabil. Terkadang baik, tapi di musim yang lain malah jeblok. Karena itulah, kita ingin mengatakan menjadi tiga yang terbaik di Liga 2 belum cukup modal bagi Persiraja untuk tampil meyakinkan di Liga I nanti. Dan, hal ini kelihatannya disadari betul oleh Presiden Persiraja H Nazaruddin Dekgam, yang berjanji membenahi tim itu sebaik-baiknya untuk berlaga di Liga 1.

Di Liga 2 setiap memang boleh menggunakan pemain asing. Tapi, di Liga 1, setiap tim sudah dibolehkan membeli pemain-pemain asing untuk meningkatkan kualitas tim. Namun, biaya untuk membeli pemain asing itu tidak murah. Kalangan pengamat sepak bola tanah air mengatakan, harga pemain asing berkualitas yang bermain di Liga 1 saat ini berkisar antara Rp 3 miliar sampai Rp 10 miliar permusim.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved