Istri Hakim Jamaluddin Sudah Siapkan Umrah
Zuraida Hanum (42) sangat terpukul atas peristiwa yang menimpa suaminya, Jamaluddin SH MH (55), hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan
* Pagar Rumah Pernah Ditabrak
NAGAN RAYA - Zuraida Hanum (42) sangat terpukul atas peristiwa yang menimpa suaminya, Jamaluddin SH MH (55), hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, pada Jumat 29/11/2019). Ia tidak menyangka suaminya telah pergi untuk selama-lamanya.
Kini harapannya untuk berangkat umrah bersama suami pupus sudah. Padahal menurut rencana, ia dan suami akan berangkat pada 17 Desember 2019 ini. Segala perlengkapan umrah juga telah dia siapkan.
“Semua perlengkapan untuk umrah sudah saya siapkan. Saya rencana akan pergi dengan bapak,” ujar Zuraida sambil meneteskan air mata saat ditanyai sejumlah wartawan di rumah duka di Suak Bilie, Suka Makmue, Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019), seusai prosesi pemakaman suaminya di Desa Nigan, Kecamatan Seunagan.
Selain itu, ia juga masih ingat dengan pesan Jamaluddin, yang meminta dirinya agar membayar uang sekolah anak-anak hingga enam bulan ke depan, sehingga nanti tidak disibukkan lagi harus membayar setiap bulan. Menurut Zuraida, pesan yang disampaikan suaminya ini agak aneh, karena sebelum-sebelumnya hal seperti ini tidak pernah dia ucapkan.
Pagar rumah ditabrak
Perempuan asal Nagan Raya ini juga masih ingat peristiwa yang pernah terjadi sekitar tiga pekan lalu, ketika pagar rumahnya di Perumahan Royal Monaco Blok D nomor 22, Medan Johor, Sumatera Utara, ditabrak sebuah mobil.
Tidak diketahui siapa pemilik mobil tersebut, namun akibat tabrakan tersebut, pagar rumahnya menjadi rusak sehingga harus diperbaiki. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu, ia, suami, dan anak-anak masih di dalam rumah. Para tetangga juga sempat kaget karena peristiwa tabrakan itu mengeluarkan suara yang cukup keras. “Meski tabrakan itu tidak ada kaitan dengan peristiwa ini, tapi kami melihat itu tidak wajar,” ujar Zuraida.
Meski rumahnya dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV), namun pelaku yang menabrakkan mobil ke pagar rumahnya tidak diketahui karena pada saat itu kamera pengawas sedang rusak. Ia pun sudah melaporkan peristiwa penabrakan pagar tersebut ke Polisi. “Peristiwa pagar rumah itu juga ada saya cerita ke polisi saat dimintai keterangan singkat sebelum saya membawa pulang jenazah Bapak ke Nagan Raya ini,” tutur Zuraida Hanum.
Pamit ke bandara
Istri almarhum Jamaluddin ini juga menceritakan percakapan ia dan suaminya pada Jumat pagi di hari suaminya meninggal dunia. Zuraida mengaku, pagi itu suaminya pamit untuk pergi ke bandara. Jamaluddin berangkat sekira pukul 05.00 WIB. Segala perlengkapan seperti baju, sepatu dan perlengkapan kantor sudah disiapkannya di dalam mobil.
Saat itu, Zuraida mengaku ada menyarankan suaminya agar didampingi pergi ke bandara. Namun suaminya menolak saran tersebut, dengan alasan sudah pagi dan dari bandara akan langsung ke kantor PN Medan. Ia tidak menaruh curiga karena memang selama ini, Jamaluddin terkadang pulang malam dan pergi ke kantor bisa lebih subuh.
“Siapa yang akan dijumpai saya tidak tahu. Bapak tidak cerita ke saya siapa yang ingin berjumpa,” kata Zuraida. “Soal pekerjaan bapak saya tidak pernah ikut campur. Bapak juga tidak pernah cerita soal pekerjaan kepada saya,” tambahnya lagi.
Minta pelaku ditangkap
Kabar mengagetkan terkait suaminya ia terima sekitar pukul 18.00 WIB. Ia mengaku dihubungi oleh pihak PN Medan. “Saya dapat kabar pukul 06.00 WIB sore dari pengadilan terhadap peristiwa menimpa Bapak,” ujar Zuraida.
Begitu mendapat kabar, Zuraida langsung pergi menuju ke rumah sakit. Ia mendapati kondisi suaminya memar di bagian hidung. “Saya lihat kondisi Bapak memar di hidung ketika dibawa ke rumah sakit. Harapan saya segera terungkap,” harap Zuraida.
Seperti diketahui, Jamaluddin, hakim PN Medan diduga merupakan korban pembunuhan yang ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil Toyota Land Cruiser (LC) Prado BK 77 HD warna hitam, Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban ditemukan warga di sebuah jurang yang berada di areal kebun sawit warga di Dusun II ,Namo Rambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
Korban terbujur kaku di bagian kursi tengah mobil. Setelah dilakukan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP), korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. Jasad Jamaluddin yang merupakan asli putra Nagan Raya dibawa ke pulang ke kampung halaman dikebumikan di Desa Nigan, Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019).(riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/adik-dari-almarhum-jamaluddin-hakim-pn-medan-yang-diduga-korban-pembunuhan.jpg)