Viral Video Ibu Seret Anak

Kasus Ibu Seret Anak dan Beri Racun Babi Hebohkan Publik, Ini Kata Aktivis Perempuan

Dua kasus yang melibatkan ibu dan anak menghebohkan publik di Aceh. Kisah tentang dua sosok ibu di Aceh ini begitu menyayat hati.

Kasus Ibu Seret Anak dan Beri Racun Babi Hebohkan Publik, Ini Kata Aktivis Perempuan
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Puluhan perempuan di Kabupaten Bener Meriah yang tergabung ke dalam organisasi Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) menggelar aksi turun ke jalan untuk melakukan kampanye Anti kekerasan terhadap perempuan di Jalan menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Senin (2/12/2019). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Dua kasus yang melibatkan ibu dan anak menghebohkan publik di Aceh. 

Kisah tentang dua sosok ibu di Aceh ini begitu menyayat hati.  

Kasus pertama video ibu kandung viral karena menyeret anaknya hingga hampir dia lempar ke sumur di dekat rumahnya yang terjadi di Gamong Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. 

Kasus kedua juga begitu memilukan, dugaan pembunuhan dan bunuh diri yang dilakukan Nursakda (30), ibu rumah tangga di Kampung Segene Balik, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah.

Entah apa yang membuat Nursakda nekat menghabisi nyawa bayi (balita) laki-lakinya dengan membubuhkan racun babi ke dalam dot susu formula.

Tak lama setelah itu, pelaku juga diduga menenggak racun babi sehingga ia pun meregang nyawa di bawah pohon kopi. 

Video Ibu Seret Anak Hebohkan Aceh, Guru Besar UIN Ingatkan Kisah Ibunda Syaikh Abdurrahman Sudais

BERITA POPULER - Susui Anak dengan Racun Babi, Video Viral Ibu Seret Anak ke Sumur, 6 Selebgram Aceh

Semak-semak Bergoyang Hebohkan Warga saat Tengah Malam, Temuan 2 Celana Dalam Jadi Petunjuk

Direktur Aceh Women’s for Peace Foundation, Irmasari ikut prihatin terkait dua kasus tersebut.

“Kita berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Irmasari kepada Serambinews.com, usai mengikuti acara seminar sehari dan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan yang berlangsung di Aula Kemenag Bener Meriah, Senin (2/12/2019).

Lanjut Irmasari, kasus kekerasan membuat perempuan trauma dan bahkan sampai ada yang bunuh diri, dan banyak sebab lainnya yang ditimbulkan akibat kekerasan di dalam rumah tangga.

BREAKING NEWS - Heboh, Seorang Guru Dianiaya Wali Murid, Ditampar hingga Memar dan Bengkak di Kepala

Ibu Ini Ditandu Pulang Menggunakan Kain Sarung Usai Operasi, Alami Pendarahan Nyaris Tak Tertolong

Ibu yang Bunuh Bayinya Pakai Racun Babi Lalu Bunuh Diri Ternyata Sedang Mengandung Empat Bulan

Irmasari menambahkan, dengan banyaknya kasus-kasus kekerasan yang terjadi selama ini, terhadap perempuan maupun anak, mari berharap pemerintah peduli dengan menyediakan anggaran yang cukup untuk dinas-dinas terkait yang melakukan pemberdayaan terhadap perempuan maupun anak di daerah masing-masing.

Kekerasan terhadap perempuan menurut Irmasari, banyak faktor yang terjadi.

Salah satunya faktor wilayah, patriarki yang memang sudah menjadi patron kita masyarakat di Indonesia, bahwa sangat mengagung-angungkan laki-laki.

“Ketika laki-laki melakukan kekerasan satu kali, itu dianggap hal yang wajar, karena laki-laki adalah orang yang lebih tinggi derajatnya dari pada perempuan, istilahnya ketimpangan gendel, karena laki-laki dan perempuan tidak setara,” sebut Irmasari. (*)

Penulis: Budi Fatria
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved