Berita Banda Aceh

Deputi Kemenpan RB Soft Launching Mal Pelayanan Publik Kota Banda Aceh

"Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi jika kita tidak ada perubahan memberikan pelayanan kepada masyarakat maka kita akan ketertinggalan".

Deputi Kemenpan RB Soft Launching Mal Pelayanan Publik Kota Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memotong pita tanda dilakukan soft launching Mal Pelayanan Publik Kota Banda Aceh di Lantai III Pasar Aceh, Selasa (3/12/2019) 

"Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi jika kita tidak ada perubahan memberikan pelayanan kepada masyarakat maka kita akan ketertinggalan,".

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Prof Dr Diah Natalisa MBA melakukan soft launching Mal Pelayanan Publik Kota Banda Aceh yang berada di Lantai III Pasar Aceh, Selasa (3/12/2019).

Soft launching tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. 

Diah mengapresiasi Pemko Banda Aceh yang sudah membentuk Mal Pelayanan Publik dan ini bentuk komitmen pemko yang ditandatangani tahun 2018 untuk menciptakan pelayanan publik di semua sektor.

Kenakan Jilbab untuk Kelabui Warga, Cowok Ini Digerebek saat Masuk Kos Cewek untuk Berbuat Mesum

Satu-satunya yang Tersisa di Dunia, Hewan Paling Berharga Ini Dijaga Pasukan Militer Selama 24 Jam

Aktivis Kampanye Antikekerasan Terhadap Perempuan  

"Kita bersyukur hari ini (Mal Pelayanan Publik) dapat direalisasikan. Ada 229 jenis layanan dari 29 instansi yang tergabung dalam satu lokasi. Kalau dulu terpisah-pisah," katanya.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam kesempatan yang sama menyampaikan Pemko Banda Aceh terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya.

"Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi jika kita tidak ada perubahan memberikan pelayanan kepada masyarakat maka kita akan ketertinggalan," ujar Aminullah.

Selama ini, pelayanan hanya dilakukan pada instansi masing-masing. Tapi dengan hadirnya Mal Pelayanan Publik, maka akses pelayanan sudah terpusat dalam satu lokasi.

"Disini kita juga menyiapkan tempat pernikahanan. Kalau anak muda mau menikah datang saja ke Mal Pelayanan Publik, bawa orang tua dan saksi," pungkasnya.

Sementara Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh, Muchlis SH menyapaikan ada 29 instansi baik lembaga pemerintahan, perbankan, maupun lembaga vertikal yang membuka layanan di Mal Pelayanan Publik Kota Banda Aceh.

Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik bertujuan untuk memberikan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved