Erosi Sungai Makin Parah, Jalan Sepanjang 7 km Terancam Amblas
Erosi Krueng Putu semakin parah dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya dalam sebulan ini, seiring hujan deras terus
MEUREUDU - Erosi Krueng Putu semakin parah dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya dalam sebulan ini, seiring hujan deras terus turun. Tak pelak, jalan sepanjang 7 km yang melewati Gampong Peueb Lueng Nibong, Ara hingga Gampong Udeung, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya (Pijay) terancam amblas digerus sungai.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya (Pijay) T Guntara, Senin (2/12), normalisasi Krueng Putu sangat mendesak, sebelum jalan yang dilintasi ribuan warga amblas ke sungai. "Erosi sungai Krueng Putu dalam sepuluh tahun terakhir ini telah menyebabkan pengikisan tebing sungai, sehingga telah amblas ke dasar sungai," ujarnya.
Menurut Wakil ketua Komisi C DPRK Pijay itu, sejumlah badan jalan dari Gampong Peueb Lueng Nibong, Ara hingga Udeung ruas telah tergerus ke sungai. “Jika tidak ditanggulangi dalam waktu dekat ini, dengan pembangunan bronjong penahan tebing sungai, maka akses bagi sekitar 3.500 warga terancam lumpuh.,” klaimnya.
Dia menjelaskan jalan itu merupakan jalur menuju pusat Kecamatan Lueng Putu, sehingga dikhawatirkan akan putus. Guntara mengkhawatirkan kawasan itu dapat terisolir, jika satu titik badan jalan digerus sungai, sehingga dapat mematikan usaha perekonomian masyakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian dan tambak., apalagi musim hujan dalam dua bulan ke depan semakin tinggi.
"Diperkirakan, beberapa titik jalan bakal ambruk, padahal persoalan ini telah berulang kali disampaikan agar dapat segera dilakukan normalisasi melalui APBN atau DOKA," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pijay, Rizal Fikar ST kepada Serambi, Senin (2/12) mengatakan sejak 2018 lalu telah mengusulkan penanganan tebing Krueng Putu ke Balai Sungai Wilayah I Sumatera untuk dapat ditindaklanjuti. "Termasuk dengan usulan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureudu dengan anggaran sekitar Rp 30 miliar lebih," ungkapnya.
Dia mengungkapkan penanganan DAS Krueng Putu masuk dalam perencanaan pada 2020 mendatang , karena keterbatasan dana, sehingga pada 2021 baru dapat dilakukan upaya normalisasi. Ditambahkan, penanganan DAS Krueng Meureudu dilakukan pada 2020, karena ganasnya erosi dalam lima tahun terakhir, yang menyebabkan beberapa rumah warga serta areal lahan masyarakat amblas digerus sungai.
"Jadi, kami berharap masyarakat di sepanjang Krueng Putu di Kecamatan Bandarbaru dapat bersabar, karena pemerintah terus berupaya menuntaskan pembangunan secara berkelanjutan," harapnya.(c43)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/krputu.jpg)