Lakukan Teror Bom, Tentra Rahman Didor  

Abdurrahman Bin Nurdin alias Tentra Rahman (37) warga asal Desa Peunteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara, tewas didor tim gabungan

Lakukan Teror Bom, Tentra Rahman Didor   
SERAMBINEWS.COM/IST
Polisi memeriksa TKP dan tas ransel diduga berisi bom. 

LHOKSEUMAWE - Abdurrahman Bin Nurdin alias Tentra Rahman (37) warga asal Desa Peunteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara, tewas didor tim gabungan Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe di kawasan Desa Peunteut Kecamatan Sawang, pada Minggu (2/11) sekira pukul 22.00 WIB.

Informasi yang diperoleh Serambi beberapa hari sebelumnya, pria tersebut melakukan teror bom di SDN 17 Sawang dengan cara memasang benda diduga bom di tiang bendera. Bahkan pria tersebut juga menaikan selembar bendera di tiang bendera sekolah, tapi kemudian diturunkan petugas.

Lalu pada Minggu (1/12) malam sekira pukul 22.00 WIB, Abdurrahman mendatangi rumah Keucik Peunteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Ibrahim, dengan tujuan meminta uang. Informasi tersebut belakangan diketahui polisi, sehingga petugas langsung melakukan penyergapan ke kawasan tersebut.

Setelah melakukan pengintaian dan pengendapan di sekitar rumah Keucik Peuntet, melihat pelaku telah berada di sekitar rumah untuk mengambil uang, Tim Gabungan Polres Lhokseumawe mencoba melakukan penangkapan. Namun hal itu diketahui oleh pelaku sehingga ia langsung kabur bersama senjata api laras panjang.

Aparat Polres Lhokseumawe kemudian melepaskan tembakan dan berhasil melumpuhkan pelaku. Namun, karena pria tersebut menggunakan rompi yang diduga membawa bahan peledak, sehingga anggota polisi tidak berani mendekat. Belakangan tiba tim Jibom Brimob Detasemen B Pelopor. Setelah berhasil memindahkan baju rompi tersebut, jenazah pria itu dibawa ke RSU Cut Meutia.

Petugas berhasil mengamankan senjata laras panjang dari pria tersebut. Sedangkan rompi yang diduga berisi bahan peledak diamankan tim Jibom. “Masuk ke RS sekitar pukul 01.30 WIB, dan setelah divisum tadi siang sekira pukul 14.00 WIB dijemput keluarga didampingi polisi,” ujar seorang petugas medis kepada Serambi, Senin (2/12).

Aksi penyergapan terhadap Tentra Rahman ini sempat mengagetkan warga Desa Punteut, karena terdengar rentetan suara tembakan. Suara senjata itu diduga dari senjata api aparat kepolisian Polres Lhokseumawe, yang sedang mengejar pelaku peneror bom.

“Semalam saya berencana pulang ke Sawang dan akan melewati jalan Keude Punteut menggunakan mobil. Tapi tiba-tiba ada banyak polisi di kawasan itu,” kata seorang sumber kepada Serambi, Senin (2/12/2019).

Sumber tersebut juga menyebutkan, seorang polisi meminta dirinya untuk mencari jalan alternatif. Dia tidak diizinkan melintasi jalan kawasan Desa Punteut, karena polisi sedang melaksanakan operasi penangkapan.

“Karena sudah disampaikan demikian oleh seorang polisi, kemudian kami pulang,” katanya. Ia melihat ada puluhan polisi di kawasan Punteut.

Sementara itu Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah MM kepada Serambi kemarin menyebutkan, penangkapan itu dilakukan Satgas Gabungan dari Polda Aceh dan polres setempat. “Dia (Abdurahman) jadi atensi kita karena memiliki senjata api, laras panjang,” kata Wakapolda Aceh. “Dia juga termasuk dalam kategori kelompok kriminal bersenjata (KKB),” imbuhnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved