Breaking News:

Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Hakim PN Medan Jamaluddin asal Aceh, 18 Saksi Sudah Diperiksa

Polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus kematian Jamaluddin yang menjabat sebagai Hakim dan Humas di Pengadilan Negeri Medan.

HO
Kolase foto Jamaluddin SH dan mobil Land Cruiser yang di areal perkebunan sawit 

SERAMBINEWS.COM - Polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus kematian Jamaluddin yang menjabat sebagai Hakim dan  Humas di Pengadilan Negeri Medan.

Saat ini penyelidikan kasus tersebut yang dilakukan polisi sudah mengarah kepada pelaku pembunuhan yang diduga merupakan orang dekat dari Humas PN Medan tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin.

Namun Eko saat ditanya apakah pihaknya saat ini sudah mengantongi identitas pelaku yang mengarah pada orang dekat korban?

"Sudah mengarah ke sana orang dekat korban," kata Eko, Selasa (3/12/2019).

"Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan intensif," sambungnya.

Dijelaskan Eko berdasarkan hasil otopsi, petugas menemukan adanya bekas jeratan di leher korban.

Namun demikian, pihaknya saat ini masih mengumpulkan sejumlah bukti-bukti baru.

Eko berjanji bahwa pihaknya akan beruaaha secepat mungkin mengungkapkan kasus kematian Jamaluddin.

Kepolisian mengharapkan dukungan semua lapisan masyarakat Kota Medan yang merasa simpati dengan korban Jamaluddin.

"Kita menginginkan kasus dugaan pembunuhan itu tuntas dilakukan oleh tim penyelidikan Satuan Reskrim Polrestabes Medan," jelas Eko.

Sementara melasir Kompas.com, Polisi masih melakukan pengumpulan barang bukti dan petunjuk terkait peristiwa meninggalnya hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (55) di area kebun sawit di wilayah Deli Serdang.

Sebanyak 18 orang saksi sudah diperiksa terkait kasus dugaan pembunuhan Hakim PN Medan, Jamaluddin yang tewas di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono mengatakan bahwa ada 18 orang saksi yang diperiksa.

"Saksi yang mendengar, melihat, dan mengetahui (kasus pembunuhan itu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Selain itu, penyidik sedang mencari bukti lain, seperti CCTV atau surat-surat yang dapat dijadikan petunjuk selanjutnya.

Perihal jumlah CCTV yang diperiksa, penyidik belum dapat memastikan.

"Belum dapat informasi, nanti tentunya akan jadi bukti petunjuk, apakah ada CCTV yang bisa jadi bukti penunjuk, apakah ada surat dan sebagainya," ujar dia.

Penyidikan terkait latar belakang atau motif yang menyebabkan Jamaluddin tewas dibunuh, sampai saat ini polisi belum bisa memastikan.

Hal yang sama juga disampaikan Polda Sumut terkait pengungkapan kasus pembunuhan hakim Jamaluddin.

"Sampai saat ini sudah 18 orang saksi yang diperiksa," ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Mapolda Sumut, Selasa (3/12/2019).

Dikatakannya, 18 orang saksi tersebut merupakan rekan-rekan korban di PN Medan, tetangga dekat rumah korban, dan orang yang berada di lokasi tempat penemuan korban.

"Selain CCTV yang ada di PN Medan, CCTV yang ada di rumah korban juga diperiksa," jelas Nainggolan.

Sebelumnya, Kepala Polda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto juga menuturkan, korban diduga kuat dibunuh oleh orang dekat.

"Dugaan dibunuh. Pelakunya bukan orang jauh, 'orang dekat' korban," ujar Agus, di Medan, seperti dilansir dari Antara, Minggu (1/12/2019).

Dia mengatakan itu di sela acara jalan sehat sekaligus Peluncuran Bunda Foundation di Lapangan Merdeka Medan.

Dia tidak merinci lebih lanjut lagi soal kasus tewasnya Jamaluddin.

"Tunggu saja hasil penyidikan pihak kepolisian. Ini masih dikembangkan," kata dia.

Saat didesak maksud orang dekat korban apakah keluarga atau kerabat, Kapolda menyatakan bisa saja keduanya.

 "Tunggu saja hasilnya (penyidikan kepolisian)," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Jamalludin (55) ditemukan tewas disebuah mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi BK 77 HD di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut Jumat (29/11/2019).

Penemuan mayat ini berawal saat warga melaporkan terkait adanya sebuah mobil yang masuk ke areal perkebunan sawit.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan oleh warga kepada kepala desa yang mana kemudian diteruskan ke Polsek Kutalimbaru.

Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

Korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11/2019) siang.

Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Petugas yang mendapatkan informasi tersebut langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan yang berada di Jalan Wahid Hasyim Medan.

Respek, Detik-detik Modric Menyerahkan Ballon dOr kepada Messi

Rudapaksa Anak Tiri Selama Dua Tahun, Pelaku Bikin Alasan Tak Masuk Akal: Kirain Istri Saya

Pasangan non Muhrim Terjaring Razia Syariat Islam di Hotel, Bersama 65 Orang Pelanggar Lainnya

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul BREAKING NEWS: Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Hakim Jamaluddin, Tewas Leher Dijerat dan Kompas.com dengan judul: Hakim PN Medan Tewas Dibunuh, Polri Dalami Keterangan 18 Saksi

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved