Rahmayani Sari Munthe, Bahagia dengan Kebahagiaan Orang Lain

Rahmayani Sari Munthe, S.STP Purna Praja Angkatan XVI resmi menjabat Camat Simpang Kiri, Kota Subulussalam

Rahmayani Sari Munthe, Bahagia dengan Kebahagiaan Orang Lain
IST
Rahmayani Sari Munthe, S.STP 

Rahmayani Sari Munthe, S.STP Purna Praja Angkatan XVI resmi menjabat Camat Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Rahmayani menjadi perempuan pertama yang menjabat camat, semenjak Kota Subulussalam terbentuk pada 2 Januari 2007.

Pelantikan Rahmayani digelar di Aula LPSE Pemko Subulussalam, Jumat (29/11) petang pekan lalu, oleh Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang, SE. Kini, Rahmayani menjadi ‘bintang’ para camat di Kota Sada Kata itu karena selain cerdas dan cantik wanita dengan tinggi 165 ini membawa sederet gagasan dan program proyakyatnya.

Yah, menjadi camat ternyata sudah bagian dari cita-cita wanita kelahiran Medan 17 Juni 1984 tersebut, sehingga dia tak canggung dalam menyampaikan program kerjanya memimpin. Setidaknya itu diperlihatkan Rahmayani dalam wawancara dengan Serambi Senin (2/12), di ruang kerjanya.

Senin kemarin, merupakan hari pertama Rahmayani menjalankan tugasnya sebagai Camat Simpang Kiri. Ia pun tak canggung menerima permintaan wawancara khusus dari Serambi. Putri H Darwis Munthe dan Siti Balqis ini terlihat tenang, meski wawancara berlangsung di bawah hujan deras, angin, kilat, dan petir yang menyambar-nyambar.

Rahmayani menceritakan sederet gagasan dan programnya dalam menakhodai kecamatan yang membawahi 17 desa ini. “Ada kebahagiaan di hati ini manakala melihat orang atau masyarakat senang dan bahagia. Itulah salah satu motivasi saya menjadi camat, karena bila kinerja saya baik melayani masyarakat, akan banyak yang bahagia,” ujarnya.

Apa yang disampaikan Rahmayani bukan sekadar pemanis bibir. Ia telah membuktikan komitmennya, ketika mengabdi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga sekretaris Majelis Pendidikan Daerah (MPD). Di BPBD, ibu tiga putra-putri ini pernah menjadi kepala bidang kedaruratan dan logistik yang notabene mengurusi warga korban bencana alam atau kebakaran.

Lalu di MPD, meski posisinya sebagai kepala sekretariat, Rahmayani turut hadir ke rumah warga ketika ada kunjungan penerima beasiswa miskin. Nah, dari pengalaman berhadapan dengan orang-orang tidak mampu ini membuat Rahmayani termotivasi ingin melayani lebih luas dan banyak.

Lantaran itu, anak kelima dari enam bersaudara ini membuat salah satu program kerjanya agar tidak ada lagi masyarakatnya kelaparan atau sulit memenuhi kebutuhan hidup. Dia berjanji akan menginstruksikan para kepala desa untuk mengarahkan dana desa kepada kesejahteraan masyarakat.

Dikatakan, dana desa cukup besar namun sejauh ini dinilai pengalokasiannya belum tepat sasaran, termasuk masih jauhnya peningkatan ekonomi masyarakat. Malah, Rahmayani akan menjadwalkan kunjungan ke rumah penduduk miskin, jompo, atau anak yatim guna memastikan apakah mereka memiliki beras untuk dimasak.

Rahmayani juga akan merubah pola pelayanan publik di kantornya. Salah satunya adalah dengan menggagas loket pelayan prima untuk mengurus keperluan warga secara cepat dan terukur. Dia juga bercita-cita untuk membuat ruang bermain anak-anak di kantor camat, sehingga anak-anak warga yang berurusan di kantor camat, punya tempat untuk bermain.

Hal lain yang menjadi program Rahmayani mengenai pendidikan. Dia akan turun ke sekolah-sekolah di Simpang Kiri untuk menjadi Pembina upacara setiap Senin, guna memotivasi para murid atau siswa di sana dalam memanfaatkan waktu belajar.

Rahmayani mengatakan akan hadir dengan pakaian dinas upacara (PDU) agar para murid dan pelajar di sana termotivasi. Sebab, kata Rahmayani, dia dulu juga termotivasi belajar kala melihat kakak senior mengenakan pakaian praja.

“Saya ingin menyampaikan kepada para pelajar dan generasi muda mulai SD bahwa harus ada cita-cita dan yakinlah wanita juga bisa jadi camat bahkan bila penting jadi wali kota,” ungkap ibunda dari Nafil Khairil Hanif, Raja Aulia Hanif, dan Adiba Shakila Hanif ini.

Sejak belajar di STPDN Rahmayani memang sudah punya cita-cita jadi camat, makanya dengan adanya amanah ini dia mengaku sudah mempersiapkan diri. Meski telah lama bercita-cita jadi camat, namun baru terwujud di era kepemimpinan H Affan Alfian Bintang-Drs Salmaza.

Rahmayani mengaku ini merupakan anugerah. Sebab, dia adalah satu-satunya perempuan Purna Praja Angkatan XVI asal Aceh yang menjadi camat. Menurutnya, ada 54 Purna Praja asal Aceh di angkatan XVI. Sebanyak lima orang di antaranya adalah perempuan. Dari lima perempuan itu, baru Rahmayani yang menjadi camat.(khalidin)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved