Breaking News:

Gajah Amuk Rumah Translok, Sejumlah Warga Mengungsi  

Kawanan gajah liar beraksi di Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya, sejak Senin (2/12) malam

Editor: bakri
IST
Tim Conservatioan Respont Unit (CRU) melakukan pengusiran gajah liar ke kawasan hutan di Seumara, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat 

SUKA MAKMUE - Kawanan gajah liar beraksi di Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya, sejak Senin (2/12) malam. Akibatnya, sejumlah unit dari 40 rumah transmigrasi lokal (translok) yang dibangun pemerintah pada tahun 2015 di desa itu rusak karena menjadi sasaran amukan hewan bertubuh raksasa tersebut.

Sebagian rumah translok semipermanen itu sebelumnya sudah usang karena hampir empat tahun tidak ditinggali. Hanya belasan rumah yang dihuni warga yang rata-rata bekerja di kebun. Akibat gangguan gajah, akhirnya seluruh rumah saat ini dalam keadaan kosong dengan tingkat kerusakan bervariasi. "Laporan warga tadi malam (2/12), sebanyak 7 ekor gajah masuk ke kawasan perumahan translok itu," ujar Keuchik Blang Lango, Odiantri kepada Serambi, Selasa (3/12).

Menurutnya, peristiwa itu membuat sejumlah warga mengungsi ke luar lokasi translok. Disebutkan, rata-rata rumah yang menjadi sasaran gajah menyimpan beras sebagai kebutuhan pokok penghuninya. "Gajah mencari beras di rumah yang ditempati warga. Jumlah rumah rusak belum terdata. Tapi dari laporan sementara, hampir semua rumah itu menjadi sasaran," katanya.

Ia mengaku lokasi rumah translok hanya sekitar 4 kilometer dari permukiman penduduk Desa Blang Lango. Menurutnya, gangguan gajah liar bukan saja ditakuti penduduk translok, tetapi juga penduduk Blang Lango dan desa tetangga lainnya.

Didampingi Keuchik Twi Meuleusong, Afandi yang merupakan warga desa tetangga Blang Lango berharap segera dibentuk lokasi konservasi gajah jinak di wilayah mereka, sehingga gajah liar bisa menjauh. "Selama ini wilayah kami terus menjadi langganan gangguan gajah sehingga penduduk resah," katanya.

Afandi menambahkan, keluhan terhadap gangguan gajah itu sudah pernah disampaikan ke BKSDA Aceh baik secara langsung maupun surat. Menurutnya, hal itu perlu segera ditanggapi agar tidak jatuh korban jiwa akibat gajah liar.

Pada bagian lain, Keuchik Blang Lango, Odiantri mengungkapkan masalah lain yang sedang dihadapi warga di lokasi translok. Disebutkan, sebanyak 40 rumah semipermanen itu hingga kini belum dialiri listrik. Padahal, sejumlah kabel sudah dipasang pada tiang ke lokasi rumah translok. "Tapi sejauh ini rumah translok belum berlistrik. Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah," katanya.

Menurut Odiantri, dengan dialiri listrik maka dipastikan lokasi rumah translok dapat ditempati kembali dan tidak terus usang dimakan usia. (riz)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved