Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Polres Aceh Tengah Limpahkan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa ke Jaksa, Ini Dugaan Kerugian Negara

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Aceh Tengah, melimpahkan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa ke Kejaksaan Negeri..

Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Unit Tipikor Satreskrim Polres Aceh Tengah, Rabu (4/12/2019) melimpahkan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa ke Kejari Aceh Tengah. 

Polres Aceh Tengah Limpahkan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa ke Jaksa, Ini Dugaan Kerugian Negara

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Aceh Tengah, melimpahkan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa ke Kejaksaan Neger (Kejari) setempat, Rabu (4/12/2019) sekira pukul 16:00 WIB .

Selain barang bukti (BB), polisi juga menyerahkan dua orang tersangka yaitu mantan reje dan mantan bendahara Kampung Pegasing, Kecamatan Pegasing, Kabupaten setempat.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra kepada Serambinews.com, Rabu (4/12/2019) mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi tersebut, terkait dengan pengelolaan dana desa sebesar Rp 532.247.526 yang bersumber dari APBN dan APBK Tahun 2015.

“Berdasarkan hasil audit, perhitungan kerugian negara mencapai Rp 194.921.553,” kata Agus Riwayanto Diputra.

Menurut Agus, penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi ini, berdasarkan laporan polisi nomor LP.A/44/IX/Res.3.3/2018 tanggal 28 September 2018, serta P21-Nomor : B1931/L.1.17/Ft/1/12/2019 tanggal 3 Desember 2019.

Kalahkan Tuan Rumah PS Siak Riau 2-5, PSBL Langsa Lolos Babak Nasional Liga 3 Musim 2019

Tabrak Kerbau Berkeliaran di Jalan Nasional di Pidie, Dua Warga Meninggal

Tidak Hanya Bupati, Warga Desa Bahagia Krueng Sabee pun Nilai Syahbandar tidak Beretika

“Setelah semua prosesnya lengkapi di kepolisian, makanya kasus ini, langsung kami limpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya,” jelas Agus.

Disebutkan, ada para tersangka serta barang bukti yang diserahkan diantara terduga pelaku Asnaini Bin Ali Husin yang merupakan mantan Reje Kampung Pegasing, serta mantan bendahara di kampung itu, Mulyana Bin Sapta.

“Sementara itu, barang bukti yang serahkan berupa uang tunai sebesar Rp 20.550.000, serta beberapa dokumen hasil penyidikan yang dilakukan unit Tipikor,” jelasnya.

Pelimpahan kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, diterima oleh Kasi Pidsus Kejari Takengon, Zainul Arifin serta disaksikan langsung oleh Kajari Nislianuddin. Proses penyerahan tersangka, serta barang bukti berjalan dengan baik.

“Prosesnya di kepolisian, hampir setahun lebih. Baru hari ini, bisa kita limpahkan ke Jaksa karena berkasnya sudah lengkap, ” pungkasnya.(*)

Tidak Hanya Bupati, Warga Desa Bahagia Krueng Sabee pun Nilai Syahbandar tidak Beretika

Puluhan Korban Gempa Gampong Sagoue Pijay belum Punya Rumah

DPRK Bener Meriah Tetapkan Alat Kelengkapan Dewan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved