Berita Pidie Jaya

Tangkapan Nelayan Pidie Jaya Selama Dua Pekan Menurun, Ini Penyebabnya

Minimnya hasil tangkapan nelayan itu dipengaruhi oleh arus bawah laut yang kencang sehingga menyebabkan kawanan ikan bergeser.

Tangkapan Nelayan Pidie Jaya Selama Dua Pekan Menurun, Ini Penyebabnya
Serambinews.com
Pedagang di pusat pasar Pantee Tengoh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie melayani pembeli dalam memilih ikan jenis tongkol, Jumat (6/12/2019). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Tangkapan  nelayan di Pidie Jaya (Pijay)  selama dua pekan terakhir sangat  minim. 

Minimnya hasil tangkapan nelayan itu dipengaruhi oleh arus bawah laut yang kencang sehingga menyebabkan kawanan ikan bergeser. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pijay,  Ir HM Bentara kepada Serambinews.com,  Jumat (6/12/2019) mengatakan,  dampak pengaruh arus bawah laut yang tidak menentu dalam dua pekan ini telah mempengaruhi hasil tangkapan nelayan yang sangat minim. 

"Rata-rata perolehan hasil tangkapan hanya satu hingga dua tong fiber,"sebutnya. 

Dengan kondisi hasil yang minim,  maka para nelayan terpaksa harus melakukan subsidi modal untuk menutupi biaya operasional.  Terutama biaya bahan bakar maupun lauk pauk para pekerja. 

Menurut HM Bentara, biasanya untuk ukuran  boat berukuran 7 sampai 8 GT, setiap hari berlabuh melaut rata-rata membawa pulang hasil mulai delapan hingga 10 tong fiber. 

Meski perolehan hasil tangkapan tergolong minim, namun harga ikan masih relatif normal. Hal ini dengan disusul pasokan ikan dari luar. 

"Harga ikan tongkol masih di kisaran Rp 15.000/Kg hingga  Rp 20.000/Kg,  ikan dencis Rp 20.000/Kg hingga  Rp 25.000/Kg, serta ikan teri kering Rp 80.000/Kg," ungkapnya.(*)

Kasus Pasien Ditolak di IGD RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Dewan Panggil Direktur untuk Klarifikasi

Bayi Warga Aceh di Malaysia Lahir dalam Kondisi Bocor Jantung, Hingga Akhirnya Meninggal Dunia

Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2019, Hartono Bersaudara Masih Duduki Posisi Pertama

Penulis: Idris Ismail
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved