Breaking News:

Pemerintahan

Banda Aceh Minta Perluasan Wilayah, Aceh Besar Pilih Pemekaran, Begini Penjelasan Staf Ahli Gubernur

Dengan 64.008 rumah tangga dan penduduk 259.913 jiwa, Banda Aceh sudah temasuk ibu kota provinsi yang memilik wilayah sangat kecil di Indonesia

Penulis: Herianto | Editor: Zaenal
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Kolase foto, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Staf Ahli Gubernur Aceh Kamaruddin Andalah, dan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. 

“Hasilnya, masyarakat dan DPRK Aceh Besar belum menyetujui permintaan agar Aceh Besar melepas sebagian wilayahnya untuk perluasan Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh,” ungkap Mawardi.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. (For Serambinews.com)

Dalam rapat-rapat itu, lanjut Mawardi, elemen masyarakat Aceh Besar lebih memilih pemekaran wilayah untuk memaksimalkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat Aceh Besar.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Bersama DPRK, sudah sepakat melakukan pemekaran, bukan melepaskan sebagian wilayahnya ke Kota Banda Aceh," kata Bupati Mawardi Ali.

Adapun rencana pemekaran yang diajukan adalah membagi dua wilayah Aceh Besar, menjadi Kabupaten Aceh Besar dan kabupaten Aceh Raya.

Wilayah Aceh Raya meliputi tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Lhong, Lhoknga, Leupung, Peukan Bada, Darul Imarah, Darul Kamal, dan Pulo Aceh.

Sementara sisanya tetap bersama kabupaten induk Aceh Besar.

Mawardi mengatakan, usulan pemekaran yang diajukan masyarakat Aceh Besar telah disetujui Bupati bersama DPRK Kabupaten Aceh Besar periode sebelumnya.

Mereka juga sudah mengajukan surat usulan pemekaran itu kepada Gubernur Aceh.

Data diperoleh Serambinews, Gubernur Aceh sudah mengeluarkan surat dukungannya yang dikirimkan kepada Kemendagri pada tanggal 29 Januari 2019.

Surat dukungan itu ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT.

“Kami sebagai orang yang melanjutkan kebijakan jalannya pemerintahan di Kabupaten Aceh Besar, wajib menjaga amanah masyarakat tersebut,” kata Mawardi.

Pemerintah Aceh akan Pakai Gedung Banda Aceh Convention Hall Setelah Ada Pergub

Kondisi Rumah Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi, Ruang Utama Muat 80 Orang dan Halamannya Luas

Penjelasan Staf Ahli Gubernur

Staf Ahli Gubernur Kamaruddin Andalah yang dihubungi Serambinews.com, memberikan pendapatnya terhadap sikap kedua pimpinan daerah tersebut.

Mantan Kepala Biro Pemerintahan dan Asisten III Setda Aceh ini mengatakan, permohonan Wali Kota Banda Aceh untuk perluasan wilayah ibu kota, diatur dalam pasal 48 UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved