Berita Simeulue

Pelaku Ujaran Kebencian dan Pemerasan di Medsos, Divonis 3,6 Tahun Penjara

Saat itu pelaku berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polres Simeulue pada 17 Juli 2019 di Sumedang.

Pelaku Ujaran Kebencian dan Pemerasan di Medsos, Divonis 3,6 Tahun Penjara
SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Kapolres Simeulue (tengah) didampingi Kasatreskrim (kanan) dan penyidik Polres Simeulue, saat menggelar jumpa pers terhadap pelaku ujaran kebencian via media sosial yang diamankan di Sumedang, Jawab Barat, Selasa (30/7/2019). 

Saat itu pelaku berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polres Simeulue pada 17 Juli 2019 di Sumedang.

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Pengadilan Negeri (PN) Sinabang, telah memutus perkara dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan melalui media sosial (Medsos) dengan terdakwa atas nama DR (30) pria asal Sumedang Jawa Barat.

Pria yang menyebar ujaran kebencian dan pemerasan via Facebook dengan korbannya yakni dua orang warga Simeulue.

Saat itu pelaku berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polres Simeulue pada 17 Juli 2019 di Sumedang.

DR divonis oleh PN Sinabang dengan hukuman penjara selama 3,6 tahun.

Mantan Istri Ustaz Abdul Somad Curhat, Mellya Juniarti: Genderang Telah Tuan Tabuh, Apalah Dayaku

Menang Dengan Keputusan Mutlak, Anthony Joshua Lontarkan 3 Kalimat

Osvaldo Samai Rekor Golnya di SEA Games, Kurniawan Beri Nasihat Ini

Berdasarkan penelusuran Serambinews.com Minggu (8/12/2019) melalui Sistim Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di Pengadilan Negeri Sinabang, menyebutkan bahwa terdakwa Dani Rachman Bin Dadang Surachman, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan pencemaran nama baik.

Kemudian, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, dengan sengaja dan tanpa hak membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan pengancaman.

Secara terpisah, Kasatreskrim Polres Simeulue, Iptu Muhammad Khalil, yang ditanyai Serambinews.com menyatakan bahwa dengan putusnya vonis kepada pelaku ujaran kebencian dan pemerasan di Medsos tersebut, kiranya dapat dijadikan sebagai pelajaran. Supaya untuk lebih bijak dalam bermedia sosial.

"Kita harap (kasus ini) supaya tidak terjadi lagi dan kita imbau juga masyarakat lebih bijak di media sosial.

Tidak memposting status-status yang bisa memecah belah," imbuh Muhammad Khalil.(*)

Penulis: Sari Muliyasno
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved