Selasa, 28 April 2026

20 Tahun Jadi Guru Honorer

Badruddin Tetap Mengajar Meski Digaji Rp 300 Ribu

Upah atau honorarium yang diterima Badruddin dari mengajar memang belum mencukupi. Namun, ia tetap ingin bertahan berdedikasi

Editor: hasyim
DOK MRI ACEH UTARA
Badruddin (baju batik) foto bersama murid dan guru SDN 13 Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, serta Ketua MRI Aceh Utara, Muhadaruddin, di sekolah tersebut, Jumat (6/12/2019). DOK MRI ACEH UTARA 

Upah atau honorarium yang diterima Badruddin dari mengajar memang belum mencukupi. Namun, ia tetap ingin bertahan berdedikasi demi negeri di sekolah yang dikepalai oleh Junaidi SPd, tersebut. Biaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangganya diperoleh Badruddin dari pekerjaan di luar jam sekolah.

Semangat Badruddin (55) untuk mendidik murid-muridnya tak lekang oleh waktu setelah 20 tahun ia mengabdikan dirinya sebagai guru honorer di SD Negeri 13 Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Setiap hari, Badruddin menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah sejauh dua kilometer. Terkadang ia mengendarai sepeda motor dan tidak jarang Badruddin mengayuh sepeda ontel miliknya menuju ke tempat tugas.

Pribadi yang dikenal dekat dengan murid-muridnya itu selalu tampil ceria dan ramah. Seperti saat dijumpai Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Utara, Muhadaruddin, di SD Negeri 13 Blang Talon, Jumat (6/12/2019) pekan lalu. Bukan hanya mengajar, ia juga kerap ‘ringan tangan’ menjaga kebersihan sekolah.

Pria kelahiran 1 Februari 1964, ini sudah mengajar di sekolah tersebut sejak tahun 2000 atau hampir 20 tahun dengan gaji Rp 300.000 per bulan. Dari penghasilan itu, ia menghidupi istri dan anaknya yang menetap di Gampong Buket, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Di samping mengajar, Badruddin juga membagikan waktu untuk bertani di sawah atau kebun.

Upah atau honorarium yang diterima Badruddin dari mengajar memang belum mencukupi. Namun, ia tetap ingin bertahan berdedikasi demi negeri di sekolah yang dikepalai oleh Junaidi SPd, tersebut. Biaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangganya diperoleh Badruddin dari pekerjaan di luar jam sekolah.

“Istri saya tidak pernah mengeluh dengan kondisi saya seperti selama ini,” ungkapnya. Terkadang, tetangga ikut membagikan kepedulian kepada keluarga Badruddin meskipun tidak diminta. Badruddin dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan taat beragama.

Ketua MRI Aceh Utara, Muhadaruddin, dalam kunjungan ke sekolah itu, Jumat (6/12/2019), menyerahkan bantuan berupa biaya hidup guru untuk Badruddin. Bantuan itu berasal dari dana program Sahabat Guru Indonesia (SGI) Aksi Cepat Tanggap. Menurutnya, program SGI merupakan bentuk apresiasi ACT atas jasa guru mendidik generasi bangsa demi kemajuan negara dan agama. “Allah lah yang memberikan rezeki dan memberkahi kehidupan,” tutupnya. (ansari hasyim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved