Penambang Emas

Dinas ESDM Aceh Upayakan Penambang Emas Jadi Legal

Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara.

Dinas ESDM Aceh Upayakan Penambang Emas Jadi Legal
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Kepala Dinas ESDM Aceh, Ir Mahdinur MM (tengah) sedang memimpin sebuah rapat di aula dinas tersebut, November lalu. 

Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara.

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh kini sedang menyiapkan konsep atau skema agar penambang emas ilegal di Aceh menjadi usaha yang legal.

Terutama diberikan kesempatan menambang kepada masyarakat tempatan (lokal).

"Jangan lagi seperti sekarang, penambang rata-rata dimodali oleh cukong-cukong dari luar bahkan bisa-bisa dari luar daerah, dan ujung-ujungnya bermasalah secara hukum," kata Kepala Dinas ESDM Aceh, Ir Mahdinur MM menjawab Serambi di Banda Aceh, Selasa (10/12/2019) pagi.

Rekam Videonya Tanpa Busana dan Viral di Medsos, Nasib Janda ini Kini Miris

Sebut Kasus Penyelundupan Garuda Kecil, Andre Rosiade Ungkap Kasus Perusahaan BUMN yang Lebih Besar

Ini Sembilan Anggota Polres Aceh Tamiang yang Dipecat, Kapolres AKBP Zulhir Pimpin Upacara PTDH

Ia sampaikan komentar tersebut menanggapi pemberitaan Harian Serambi Indonesia hari ini bahwa majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Suka Makmue, Nagan Raya, Senin (9/12/2019) siang memvonis Misrijal (48) dan Ismail (22).

Keduanya selaku operator beko masing-masing 1 tahun 2 bulan (14 bulan) penjara dalam kasus tambang emas ilegal di kabupaten itu.

Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara.

Sidang vonis digelar pukul 17.00 WIB dipimpin Hakim Ketua Arizal Anwar SH dan Hakim Anggota, Rosnainah SH dan Edo Juniansyah SH, serta JPU dari Kajari Nagan Raya dihadiri Harland Perdana Putra SH, sedangkan terdakwa didampingi Penasihat Hukum (PH) Putra Pratama S SH.

Menurut Mahdinur, Pemerintah Aceh Mahdinur, sangat prihatin atas kondisi ini.

"Ke depan kita harapkan tidak ada lagi penambangan ilegal di Aceh. Kita coba untuk dilegalkan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku," katanya.

Untuk tahap selanjutnya, kata Mahdinur, akan dilakukan pembinaan dan pengawasan agar penambang menempuh cara yang baik dan benar (prosedural) dengan menerapkan teknik dan teknologi yang tepat.

Sehingga perubahan lingkungan akibat penambangan bisa diminimalisasi. Selain itu, tingkat recovery hasil tambang bisa lebih optimal.

"Dengan demikian tentu akan bermuara kepada pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, di samping membuka lapangan kerja bagi masyarakat tempatan," kata Mahdinur.

Di sisi lain, lanjut Mahdinur, kalau penambangan emas itu sudah legal tentulah akan ada konstribusinya bagi pemasukan atau pendapatan daerah yang selama ini sama sekali tak ada alias nihil.

"Yang ada selama ini justru kerusakan lingkungan. Sedangkan manfaatnya hanya dinikmati oleh oknum-oknum tertentu saja yang mengeruk keuntungan dari penambangan emas secara ilegal di Aceh," demikian Mahdinur. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved