Kamis, 7 Mei 2026

Wacana Beli Pesawat

Anggota DPRA Bardan Sahidi Ingatkan Plt Gubernur soal Beli Pesawat

Safaruddin dan anggotanya tidak langsung berhenti tapi berputar-putar terlebih dahulu mengelilingi tiang bendera yang berada di halaman gedung.

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Ketua YARA, Safaruddin menyerahkan replika pesawat dan mobil kepada anggota DPRA, Bardan Sahidi di media center DPRA, Kamis (12/12/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRA dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bardan Sahidi menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap setiap kebijakan yang diambil pemerintah, terutama berkenaan dengan rencana pembelian empat unit pesawat N219.

Hal itu disampaikan seusai menerima rombongan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) yang mengantar replika pesawat dan mobil bercat warna kuning yang terbuat dari styrofoam sebagai bentuk kritikan terhadap Pemerintah Aceh di ruang media center DPRA, Kamis (12/12/2019).

“Pengawasan tetap kita lakukan sebagai anggota DPR yang dipilih dan saudara Plt Gubernur saya ingin mengatakan bahwa utang Anda bukan kepada penguasa dan pengusaha, tapi kepada rakyat yang sudah memilih,” ungkapnya.

Bardan menilai Pemerintah Aceh saat ini sedang galau dan bingung dalam menjalankan program kerja. Padahal, lanjutnya, program kerja Pemerintah Aceh sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) tahun 2017-2022.       

BREAKING NEWS - Pesawat Dhuafa Airline Made In YARA Mendarat di DPRA

Usai Konflik Gajah Liar, Aktivitas Masyarakat Pintu Rime Normal Kembali

Masyarakat Aceh di Malaysia Serahkan Rumah Gratis untuk Warga Miskin di Simpang Mamplam Bireuen

“Reaksi publik memang tidak bisa dibendung dengan berbagai sikap. Kalau kita turun ke tengah masyarakat dan melihat di lapangan, keadaan seperti ini memang ia (benar masih adanya warga miskin),” kata politikus asal dataran tinggi Gayo ini.

Sebelumnya diberitakan, Ketua YARA, Safaruddin SH bersama anggotanya datang ke DPRA dengan menggunakan becak barang, Kamis (12/12) sekitar pukul 14.44 WIB. Mereka yang menggenakan baju merah membawa replika pesawat dan mobil berwarna kuning yang terbuat dari styrofoam.

Di badan pesawat tertulis Dhuafa Airline. Sedangkan di badan mobil tertulis PO-Dhuafa. Setiba di DPRA, Safaruddin dan anggotanya tidak langsung berhenti tapi berputar-putar terlebih dahulu mengelilingi tiang bendera yang berada di halaman gedung.

Setelah melakukan tiga kali keliling, baru pesawat tersebut ‘mendarat’ dan Safaruddin langsung menyerahkan pesawat dan mobil made in YARA itu kepada anggota DPRA, Bardan Sahidi yang sudah menunggu di media center parlemen Aceh.   

Saat datang ke DPRA, YARA juga ditemani beberapa masyarakat miskin yang sebelumnya tinggal di Barak Bakoy, Aceh Besar, yang hingga kini belum mendapatkan rumah layak huni. Bahkan di antara mereka juga ada yang membawa anak-anak.

Safaruddin menyampaikan penyerahan pesawat dan mobil itu sebagai bentuk kritikan atas kebijakan Plt Gubernur Aceh, Nova Irianysah yang membeli mobil dinas baru untuk sejumlah SKPA dan rencana beli empat unit pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia. 

Sementara disisi lain, Plt Gubernur membatalkan pembangunan rumah duafa bantuan Baitul Mal Aceh. "Ini sebagai bentuk penolakan kami terhadap pengadaan mobil dinas dan pesawat, sementara pengadaan rumah duafa ditunda," kata Ketua YARA, Safaruddin SH kepada Bardan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved