Pungli Dana RTLH
Heboh, Dana Bantuan RTLH di Subulussalam Dipungli Rp 1,5 juta per Orang
Setiap warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Subulussalam diminta menyetor Rp 1,5 kepada oknum.
Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam dalam beberapa hari terakhir ini dihebohkan isu pungutan liar terhadap dana bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2019.
Tak tanggung-tanggung, berdasarkan informasi yang dihimpun Serambinews.com dalam sepekan terakhir, nilai uang yang disetor kepada oknum itu mencapai Rp 1,5 juta per warga.
Informasi yang dihimpun, tahun ini ada sebanyak 250 warga di tiga kecamatan yang mendapat bantuan RTLH di Subulussalam.
Mereka tersebar di tujuh desa dalam tiga kecamatan masing-masing Lae Mate, Tanah Tumbuh, Harapan Baru, Sibuasan dan Kuala Keppeng. Lalu sisanya di Kecamatan Penanggalan dan Sultan Daulat.
Masing-masing penerima manfaat mendapat bantuan senilai Rp 19.350.000. Nah, dari jumlah inilah dikabarkan terjadi pemotongan sebesar Rp 1,5 juta per orang dengan alasan beragam.
Seorang ketua kelompok warga penerima RTLH di Subulussalam, Asmaruddin, Rabu (11/12/2019) di ruang kerja Camat Rundeng, membenarkan informasi terkait dugaan uang bantuan yang mereka setor.
Kata Asmaruddin, uang itu diminta untuk biaya konsultan yakni untuk keperluan gambar, LPJ dan administrasi lainnya.
Asmaruddin mengaku langsung menyerahkan uang tersebut kepada seseorang yang dia sebut konsultan.
Hal senada juga diakui anggota kelompok lainnya, bernama Bahrin. Menurut Bahrin, di desanya terdapat 48 rumah bantuan dengan jenis relokasi.
Seperti halnya Asmaruddin, Bahrin juga menyatakan menyetor uang senilai Rp 1,5 juta untuk setiap warga ke konsultan. Bahrin mengaku uang tersebut diminta untuk biaya pembuatan gambar oleh konsultan.
Sejauh ini, penyaluran dana tersebut baru 70 persen dari Rp 19.350.000. Namun di lapangan masyarakat hanya menerima Rp 11 juta.
Intinya, para ketua kelompok mengakui adanya uang yang harus mereka setorkan.(*)
• BREAKING NEWS - Ketua MPU Aceh Prof Dr Muslim Ibrahim Meninggal Dunia
• Viral Video Penarik Pukat Panen Ikan Melimpah di Pantai Aceh Besar, Begini Pengakuan Nelayan
• Tiga Remaja Trumon Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Melompat dari Jembatan ke Sungai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/asmaruddin.jpg)