Wacana Beli Pesawat

Wakil Ketua DPRA Hendra Budian Dukung Wacana Pembelian Pesawat N219, Ini Alasannya

Wacana Pemerintah Aceh membeli empat unit pesawat produksi terbaru PT Dirgantara Indonesia yaitu N219 yang sempat heboh di media sosial

SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wacana Pemerintah Aceh membeli empat unit pesawat produksi terbaru PT Dirgantara Indonesia yaitu N219 yang sempat heboh di media sosial mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian.

Hendra kepada Serambinews.com, Kamis (12/12/2019) menyampaikan bahwa wacana pembelian empat pesawat yang rencananya dibeli pada tahun 2021 dan 2020 masih sebatas MoU sehingga harus disikapi dengan jernih.

“Sebagai orang yang berasal dari daerah, saya melihat rencana ini dalam presfektif yang positif,” kata pria asal Bener Meriah ini.

Pemerintah Aceh Beli 4 Pesawat N219, Nova Teken MoU Dengan PT DI, Demi Konektivitas Wilayah Aceh

Menurutnya, Aceh memang butuh mengakses masyarakat yang berada di daerah yang jauh dari ibu kota provinsi.

“Bayangkan saja kalau mau ke Simeulue, Kutacane (Aceh Tenggara), dan Gayo Lues, masak kita harus lewat Medan (Bandara Kualanamu)?,” lanjut politikus Partai Golkar ini.

Karena itu, dia menilai wacana itu sangat bermanfaat dalam mendorong percepatan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Sebaiknya agenda itu perlu mendapat dukungan semua pihak.

Deretan Posisi Komisaris Dipegang Ari Askhara dan 4 Direksi di Perusahaan Anak Cucu Garuda

“Tapi kami DPRA secara institusi tentu akan membahas ini dengan serius bersama pihak eksekutif,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Aceh akan membeli empat pesawat terbaru produksi PT Dirgantara Indonesia (DI), yakni N219.

Penandatanganan perjanjian kerja sama pengadaan pesawat tersebut dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Direktur Utama PT DI, Elfien Goentoro, di Gedung Pusat Manajemen PT DI, Bandung, Senin (9/12/2019).

Selain pengadaan pesawat, dalam naskah kerja sama itu juga disepakati tentang kerja sama pengembangan sumber daya manusia dan pengoperasian angkutan udara di Aceh.

BREAKING NEWS - Pesawat Dhuafa Airline Made In YARA Mendarat di DPRA

Rencananya, pengadaan pesawat akan dimulai pada tahun 2021 dan 2022.

Sedangkan studi kelayakan operasional dan pengembangan SDM akan dilakukan pada 2020.

Satu unit harga pesawat ditaksir mencapai Rp 84 miliar. Jika dikali empat unit, menghabiskan anggaran Rp 336 miliar APBA.

Plt Gubernur Aceh mengatakan, pengadaan pesawat tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah untuk peningkatan perekonomian masyarakat dan pembangunan daerah.(*)

Anggota DPRA Falevi Kirani Minta Pemerintah Jangan Beli Pesawat Untuk Gagah-Gagahan

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved