Berita Bireuen

Langkah Untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bireuen

Angka Kematian Ibu (AKI) di Bireuen tahun 2018 urutan masih tinggi berada urutan ketiga se Aceh dan Angka Kematian Bayi (AKB) urutan pertama di Aceh

Langkah Untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bireuen
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Kadis Kesehatan Bireuen, dr Amir Addani M Kes. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Angka Kematian Ibu (AKI) di Bireuen tahun 2018 urutan masih tinggi berada urutan ketiga se Aceh dan Angka Kematian Bayi (AKB) urutan pertama seluruh Aceh.

Untuk mengurangi angka AKI dan AKB yang masih tinggi diperlukan sejumlah program dan langkah yang harus dilakukan berbagai pihak.

Kadiskes Bireuen, dr Amir Addani M Kes kepada Serambinews.com, Sabtu (14/12/2019) mengatakan, beberapa hari lalu diadakan pertemuan pembelajaran audit internal perinatal (AMP) tentang mengenali penyebab kematian ibu hamil, bersalin dan nifas serta identifikasi penyebab tidak langsung dari kematian ibu.

SAR Banda Aceh Evakuasi Tiga Nelayan dari Tengah Lautan Alue Naga, Ini Penyebabnya

Dari pertemuan satu hari penuh dan dihadiri berbagai pihak terkait maka mencegah atau meminimalkan angka AKI dan AKB perlu dilakukan.

Antara lain para bidan perlu melakukan pemeriksaan kehamilan seorang ibu minimal empat sampai 10 kali.

Setiap Puskesmas harus ada ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned) selain di rumah sakit juga di seluruh Puskesmas dan buka 24 jam.

Selanjutnya, rujukan pasien ibu hamil yang bermasalah yang selama ini belum maksimal diharapkan lebih optimal.

Amir Addani menambahkan, selain fasilitas dan pelayanan harus lebih baik serta pemeriksaan ibu hamil secara rutin, sumber daya manusia (SDM) juga perlu diberikan pelatihan.

Hasil Liga 3 - Duel Persidi Idi versus Persibri Berakhir Imbang, Wasit Keluarkan Dua Kartu Merah

“Pelatihan tidak saja kepada para tenaga medis PNS, tetapi pelatihan juga sangat perlu bagi tenaga medis status honor dan magang mengingat mereka juga perlu mengetahui cara penanganan yang memadai,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved