Opini

Selamat Jalan Guru Umat!

Meninggalnya ulama adalah musibah yang tidak tergantikan, dan sebuah kebocoran nyang tidak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam

Selamat Jalan Guru Umat!
H. Usamah El-Madny, S.Ag, MM.

(Immemorial Prof. Dr.Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA)

Oleh Usamah El‑Madny

 "Meninggalnya ulama adalah musibah yang tidak tergantikan, dan sebuah kebocoran nyang tidak bisa ditambal. Wafatnya ulama  laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi ku dari pada meninggalnya satu orang ulama" . HR Al‑Thabrani dalam Mujam  Al‑Kabir

 Ada saatnya datang, ada saatnya pergi. Itulah sunnah Ilahi yang berlaku bagi semua hamba‑Nya.

Kemarin Sore, Kamis, 13/12, pukul 16.45 WIB saya tersontak kaget saat seorang teman yang berdomisil di Gampok Limpok, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar,  melalui pesan WhatsApp memberi kabar bahwa Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan juga Guru Besar Fiqh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar‑Raniry,  telah pergi  menghadap Sang Penciptanya.

Ya, siapa pun kita pasti akan menghadap‑Nya. Kita tersontak, tercenung dan berduka, karena yang pergi kali ini adalah seorang ulama yang faqih di mana kepergiannya seperti sebuah kebocoran yang tidak bisa ditambal.

Abu Muslim memang akhir‑akhir ini dalam kondisi kurang sehat, penyakit yang hinggap di badannya membuat beliau tidak lagi produktif seperti sebelumnya, namun semangat silaturrahmi beliau tidak pernah padam.

Dalam kondisi beliau yang relatif sehat, saya terakhir bertemu beliau saat mewakili Plt Gubernur Aceh membuka acara Mubahasah yang dilaksanakan MPU Aceh, Selasa, 30/7/2019.  Setelah acara di MPU itu, terakhir saya sempat dua kali menjenguk beliau di tempat perwatan.

Sosok yang Ramah

Saya pertama kali mengenal Abu Muslim pada tahun 1990 ‑1996  yang ketika itu saya salah seorang mahasiswa di Darussalam. Beliau adalah sosok yang ramah dan bersahaja kepada siapa saja. Sebuah warung kopi di Jalan Inoeng Balee, Rukoh, Darussalam, adalah tempat saya sering menyapa beliau. Di warkop ini saya dan kawan‑kawan  setiap musim  bebas minum kopi, baik di awal bulan atau di akhir bulan. Di warung kopi ini kami bisa bayar kontan atau hutang.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved