Kupi Beungoh

Pendidikan Untuk Membangkitkan Potensi Setiap Anak

Dalam beberapa pekan terkhir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nadiem Makarim terus berupaya untuk menciptakan ekosistem pendidikan

Pendidikan Untuk Membangkitkan Potensi Setiap Anak
FOR SERAMBINEWS.COM
Muhammad Sahuddin, M.Ed. Candidate PhD, Nanjing Normal University, Tiongkok dan Guru SMPLB Negeri Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya serta alumni SMAN 1 Kembang Tanjong, Pidie 

Oleh Muhammad Sahuddin, M.Ed*)

Dalam beberapa pekan terkhir ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nadiem Makarim terus berupaya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih terarah.

Caranya dengan memfokuskan proses belajar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anak dan mengkaji kembalk regulasi yang menghambat kualitas pendidikan di indonesia.

Baru-baru ini dia mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar. Ada 4 poin penting yang dia keluarkan seperti: Arah kebijakan baru dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah Berbasis Nasional, Tahun 2020 menjadi penyelenggaraan UN untuk terakhir kalinya.

 Menyederhanakan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tetap digunakan.

Viral Foto Tol Layang Bergelombang, Amankah Untuk Dilintasi? Begini Penjelasan Kementerian PURR

Banjir Luapan di Pirak Timu Aceh Utara Hingga Sore Tadi Makin Tinggi, Warga Mengungsi

Terlepas dari pro dan kontrak di kalangan pelaku dunia pendidikan, namun itu semua untuk mempertegas kembali lanjutan dari 5 kebijakan yang diambil dari 100 hari kerjanya.

Secara implisit dia sedang mengartikulasikan pembelajaran diferensiasi individu yang dapat mengakomodir semua kemampuan siswa, karena setiap anak memiliki kemampuan berbeda-beda. 

Jika kita melihat pada sebuah Value (nilai) dari pendidikan adalah pendidikan itu untuk membangkitkan potensi setiap anak. Bagaimana membantu dirinya menemukan misi khusus yang tersembunyi di dalam tubuh anak yang ditakdirkan untuk dilakukannya.

Jadi fungsi pendidikan bagaimana menolong individu untuk menemukan kemampuan dirinya yang bertujuan bermanfaat bagi dirinya dan juga orang lain, bukan berlomba-lomba dalam kompetisi.

Menurut saya, Pak Mendikbud Nadiem Makarim sedang menepikan bahwa pendidikan bukan bisnis rutin yang harus selesaikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Turki Harus Mengirim Pasukan ke Libya

Erdogan Ancam AS Jika Turki Disanksi, Siap Tutup Pangkalan Tempat 50 Bom Nuklir Amerika Disimpan

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved