Jurnalisme Warga
Desa Mesjid, Sentra Kerajinan Peci di Aceh Utara
SUARA jahit tak henti-hentinya menderu di sebuah kedai kecil yang penuh sesak oleh kain beludu, benang, dan juga peci yang terpajang apik
Seusai menimba ilmu di Dayah Labuhan Haji, Tgk Masri pulang ke Desa Mesjid dengan membawa serta ilmu agama Islam juga keterampilan beliau dalam membuat peci. Di kampung, beliau teruskan kegiatan produksi seraya mengajarkan anak-anaknya teknik pembuatan peci. Kala itu model peci masih hitam polos tanpa motif. Seiring guliran waktu, model peci yang ditawarkan sudah berubah dan disainnya juga makin menarik, hal ini tidak terlepas dari kreativitas perajin dan keberanian mereka untuk berinovasi terhadap peci yang diproduksi.
Sepeninggal Tgk Masri tahun 2008, kegiatan produksi dilanjutkan oleh anak dan cucunya yang telah mewarisi ilmu pembuatan peci langsung dari beliau. Selain keluarga, tidak sedikit warga lainnya yang telah memiliki usaha produksi peci sendiri setelah sebelumnya sempat belajar dan bekerja sebagai perajin di desa ini. Barangkali Tgk Masri tak pernah mengira bahwa ide yang diperolehnya dari sebuah peci Turki di dalam sebuah bilik kecil nun jauh di Dayah Darussalam, Aceh Selatan, telah berdampak begitu besar bagi denyut ekonomi warga dan menjadikan Desa Mesjid sebagai sentra kerajinan peci terbesar di Aceh Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/abdul-azis-mahasiswa-sekolah-tinggi-ilmu.jpg)