Senin, 4 Mei 2026

KM Tailana

KM Tailana Kesulitan Sandar, Bupati Aceh Singkil: Sedot Alur Pelayaran Anak Laut

Sementata di Anak Laut, lokasinya terlindung dari gangguan cuaca ekstrem. Hanya saja alur mengalami pendangkalan.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Kapal Cepat Milik Pemkab Aceh Singkil, lego jangkar di laut, lantaran tidak ada dermaga tambat di Singkil, Jumat (20/12/2019). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid memerintahkan penyedotan alur pelayaran Danau Anak Laut agar kapal cepat milik Pemkab Aceh Singkil, KM Tailana yang baru tiba bisa sandar di sana.

Untuk kondisi saaat ini apabila dibiarkan lego jangkar di laut, penumpang sulit untuk naik. Belum lagi ombak bisa datang kapan saja.

Sementata di Anak Laut, lokasinya terlindung dari gangguan cuaca ekstrem. Hanya saja alur mengalami pendangkalan.

"Bagaimana caranya kita kerahkan alat sedot pasir untuk memperdalam alur pelayaran Anak Laut," kata Bupati, Jumat (20/12/2019).

Bupati yang didampingi Wabup Sazali, menyatakan anggaran penyedotan bisa menggunakan dana mendesak. "Pak Wakil, menyedot Anak Laut bisa kita gunakan dana mendesak," ujarnya.

Kapal yang didesain mirip kapal pesiar itu, kini lego jangkar di laut Pulo Sarok, Singkil lantaran tidak ada dermaga tambat untuk KM Tailana.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Edi Hartono mengatakan, KM Tailana, bisa berlayar di kedalaman minimal 2 meter.

Ryan Kaji Jadi Youtuber Cilik Terkaya, Tahun 2019 Dapat Penghasilan Rp 364 Miliar

VIRAL Video Balita Tangisi Jenazah Ibu, Ini Cerita Sebenarnya, Sang Ayah Ungkap Kondisi Si Anak

6 Orang Ini Menikah Bukan dengan Manusia, Tapi dengan Benda-benda Dicintai Layaknya Istri

Untuk sandar harus di perairan tenang alias aman dari hantaman ombak besar.

"Kalau di luar bisa hancur, harus sandar di perairan tenang," ujarnya.

Alur pelayaran Anak Laut, lokasi demarga perikanan berada. Alur pelayaran tersebut dangkal, sehingga saat surut boat berukuran besar kandas.

Sebelumnya persoalan dangkalnya alur pelayaran Anak Laut, sempat menuai polemik.

Ketika anggaran pengerukan sebesar Rp 1 miliar urung masuk dalam APBK 2020.

Kejadian itu juga sempat memicu unjuk rasa dari nelayan yang menggunakan alur pelayaran tersebut.

Pengerukan Anak Laut, kini mulai terasa mendesak setelah datang kapal cepat bernilai miliaran rupiah yang membutuhkan tempat sandar di perairan tenang seperti Anak Laut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved