Video

VIDEO - Bocah Lima Tahun dalam Kurungan, Hidup Bersama Janda Miskin di Meulaboh

Fazzilul mengalami tunawicara, tangan lembutnya menyapa siapa saja yang mendekat, seakan ia ingin bebas dari kurungan

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Seorang bocah laki-laki, Fazzilul Rahman (5), di Desa Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat terkurung dalam kerangkeng kayu di sudut rumahnya sejak ia kecil.

Ia tidak dapat bermain ceria bersama teman seperti anak-anak seusianya.

Fazzilul mengalami tunawicara, tangan lembutnya menyapa siapa saja yang mendekat, seakan ia ingin bebas dari kurungan yang dibuat khusus berukuran 1X1 meter.

Ia terkurung lantaran sang ibu Fauziah (55) yang saat ini dalam kondisi lumpuh, sehingga tidak berdaya untuk mengurus anaknya itu.

Fauziah tinggal di sebuah gubuk kecil berkuran 3X3 meter yang sudah reot beratap daun rumbia dan tak layak huni, sementara saat hujan tiba air menetes hingga ke tempat tidurnya.

Ia mengisahkan hidupnya yang sangat memprihatinkan selama ini sejak kepergian sang suami meninggal dunia tiga tahun yang silam, sehingga anaknya kini menjadi yatim.

Kisah Bocah Fazzilun Terkurung di Kerangkeng Kayu, Ini Kata Kadis Sosial Aceh Barat

Prihatin Atas Nasib Bocah Dikurung Dalam Kerangkeng Kayu di Meulaboh, Rumoh Umat Galang Dana

Kisah Bocah di Meulaboh Terkurung dalam Kerangkeng Kayu, Sang Ibu Lumpuh Tinggal diGubuk Reot

Dari keterangan tetangga sekitar, bocah itu sudah terkurung sejak kecilnya, akan tetapi ibunya sendiri tidak menjelaskan mengapa anak tersebut harus terkurung.

Semua itu mulai dilakukannya pada saat ia masih sehat dan ketika suaminya masih hidup.

Menurut Fauziah, sejak usia 5 bulan hingga saat ini anaknya tidak mau makan nasi, kalau sedang lapar ia hanya bisa menangis sebagai tanda ia mau makan namun yang ia makan sehari-harinya hanya wafer keju, itu pun harus ia kunyah terlebih dahulu, baru kemudian disuapkan ke mulut anaknya.

Dari pengakuan Fauziah, pada malam hari anak tersebut ia bawa ke tempat tidurnya bersama kakaknya Fuja (15).

Ia tinggal bersama dengan dua orang anaknya di gubuk reot yang dibangun diatas tanah milik orang lain.

NARATOR: ARDIANSYAH

EDITOR: HARI MAHARDHIKA

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved