Jumat, 10 April 2026

Pariwisata

Banyuwangi Sukses Kembangkan Pariwisata, tak Pilih Tambang Emas

Banyuwangi lebih memilih industri pariwisata dibanding tambang emas, pada saat menentukan arah kebijakan pembangunan.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
MY Bramuda, serahkan buku kiat sukses pariwisata Bayuwangi kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -Banyuwangi, salah satu kabupaten yang paling sukses mengembangkan pariwisata di Indonesia.

Banyuwangi lebih memilih industri pariwisata dibanding tambang emas, pada saat menentukan arah kebijakan pembangunan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda dalam dialog pembangunan pariwisata Aceh di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Pembicara lain dalam dialog yang dihadiri tokoh dan pejabat dari Aceh itu, Yuana R Astuti Direktur, Pengembangan Pemasaran pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Doto Yogantoro, Ketua Yayasan Desa Wisata Nusantara, dan Dicky Andiransyah dari perusahaan Traveloka.

Anggota DPR RI Asal Aceh Illiza Saaduddin Djamal Kagum Terhadap Potensi Wisata Simeulue

Pemerintah Aceh Fokus Bangun Sektor Pariwisata

Juventus dan PSG Sepakat Untuk Lakukan Pertukaran Pemain Januari Nanti

Dialog dipandu Imaduddin Indrissobir, Sekjen Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI). Dialog dibuka Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Bramuda yang akrab disapa Mas Bro, menuturkan, dibanding objek wisata Aceh, Banyuwangi jauh tertinggal.

"Potensi Aceh jauh lebih hebat. Tidak ada lagi yang disebutkan. Banyuwangi kalah jauh," katanya saat mengawali dialog.

Ia menyebutkan, awalnya Banyuwangi adalah daerah lintasan saat orang akan ke Bali.

Ia mengibaratkan Banyuwangi sebagai "tempat kencing" dan tidak ada orang tahu tentang Banyuwangi.

"Tapi kemudian, kami berhasil bangkit. Pada saat kami dihadapkan menggarap tambang emas atau tambang wisata, kami kemudian memilih tambang wisata. Padahal Banyuwangi punya tambang emas terbesar di Indonesia," tukas Mas Bro.

"Kunci sukses Banyuwangi adalah kolaborasi, dan seluruh satuan kerja pemerintah daerah atau SKPD semuanya dibebankan menggarap pariwisata," ujarnya.

"Seluruh masyarakat diberi ruang seluas-luasnya. Investor dinomor duakan. Birokrasi direformasi dan disederhanakan serta mengandalkan teknologi," lanjut Bram.

Event budaya yang semula hanya 12, dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi 123 event di 2020.

"Kegiatan dikembangkan berdasarkan survey diwujudkan dalam bentuk atraksi," ujar Bram.

Pemerintah kemudian memberi penghargaan kepada Banyuwangi sebagai kota terinovasi selama tiga tahun berturut-turut.

Dalam dialog itu, Bramuda juga menyerahkan buku kiat-kiat pariwisata Banyuwangi kepada Plt Gubernur Nova Iriansyah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved