Breaking News:

Aceh Hebat

Aceh Meuadap, Pembelajaran Islami untuk Kuasai Teknologi

“Perguruan Tinggi, seperti Universitas Al Muslim harus menghidupkan spirit Aceh Baru, memajukan

Editor: IKL
For Serambinews.com
Rektor Universitas Al Muslim (Umuslim) Dr H Amiruddin Idris, SE.,M.Si (kiri) menyerahkan cenderamata kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di kampus tersebut, Minggu 22 Desember 2019. 

Plt Gubernur menambahkan, beberapa riset menyebutkan ada 10 faktor yang menentukan kesuksesan seseorang, yaitu Kejujuran, disiplin keras, mudah bergaul, dukungan pendamping, Kerja keras, kecintaan pada yang dikerjakan, kepemimpinan, kepribadian kompetitif, hidup teratur, Kemampuan menjual ide.

Umuslim Kembali Raih Anugerah PTS Terbaik Aceh  

“Pendidikan merupakan kerangka dasar bagi pembangunan nasional, karena dengan pendidikan yang bermutu dapat diciptakan sumberdaya manusia yang bermutu pula. Sumber daya manusia ini merupakan aktor utama penggerak pembangunan nasional. Oleh karena itu, pendidikan merupakan salah satu pilar penting bagi pembangunan,” kata Nova.

Secara umum, sambung Nova, pengalokasian dana APBA untuk sektor pendidikan di daerah sudah cukup baik. Pengalokasian dana bantuan operasional sekolah di Aceh sudah cukup adil , dimana dalam pegalokasiannya pemerintah daerah telah memperhatikan faktor-faktor sosial ekonomi.

LPTK dan SDM

Plt Gubernur juga menegaskan, bahwa untuk memenangkan persaingan global, dibutuhkan mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dan memiliki keunggulan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri sekaligus lahan yang sangat menguntungkan bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

LPTK merupakan lembaga penghasil tenaga pendidik atau guru di Indonesia, yang sangat berperan bagi peningkatan kualitas SDM di Indonesia. LPTK mempunyai tanggung jawab menciptakan tenaga pendidik yang profesional. Apalagi saat ini masih terdapat beberapa masalah pendidikan di Aceh. Ini tentu menjadi tanggungjawab universitas di Aceh,” sambung Nova.

Untuk diketahui, temuan Majelis Pendidikan Aceh pada tahun 2019, menyebutkan bahwa Aceh masih kekurangan tenaga non kependidikan, terutama pustakawan, operator sekolah, laboran, tata usaha (TU), bendahara sekolah, teknisi sumber belajar, penjaga sekolah, tenaga kebersihan dan satpam sekolah.

Selain itu, sambung Nova, mutu lulusan sekolah SMA/SMK di Aceh tidak berdaya saing. Data tahun 2019, penerimaan calon mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN di Universitas Syiah Kuala, khususnya prodi pendidikan dokter, prodi pendidikan dokter gigi, dan pendidikan dokter hewan, tingkat kelulusan calon mahasiswa asal non Aceh lebih tinggi dari pada calon mahasiswa asal Aceh.

Oleh karena itu, Nova mengajak semua pihak untuk segera berbenah dan mengantisipasi kejadian ini dengan berbagai daya upaya dan strategi, demi kemajuan dunia pendidikan Aceh dan demi melahirkan SDM Aceh yang unggul dan berdaya saing global.

Nova meyakini, selain dapat memberikan gagasan, kehadiran Perguruan Tinggi juga berkontribusi bagi pengembangan Aceh, sehingga melalui pendidikan akan terjadi proses memanusiakan manusia lain. Dalam orasinya, Nova juga mengutip ayat Qur’an, yaitu surat Al Isra, ayat 70.

“Selamat kepada para wisudawan. Ingat jasa Ibu, Ayah, ingat jasa guru. Kita tidak mungkin berada di suatu tempat terhormat tanpa kasih sayang orang tua dan sentuhan seorang guru,” pungkas Plt Gubernur Aceh. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved