Breaking News:

Kesaksian Reyep Ahmet, Ketua Asosiasi Uighur Jepang: Kelakuan China Terhadap Uighur Seperti Nazi

Dalam kesaksiannya, Reyep Ahmet mengatakan kepada koran Sankei, bahwa kelakuan China terhadap bangsa Uighur seperti Nazi.

Foto Sankei
Reyep Ahmet (42), seorang Kepala Asosiasi Uighur Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Anggota keluarga Ketua Asosiasi Uighur Jepang, Reyep Ahmet (42) hilang sejak 2017 dan hingga kini tak diketahui keberadaannya.

Dalam kesaksiannya, Reyep Ahmet mengatakan kepada koran Sankei, bahwa kelakuan China terhadap bangsa Uighur seperti Nazi.

"Beberapa tahun yang lalu, dunia akan melihat ke belakang, mengatakan, "Cina melakukan kejahatan yang sama terhadap Uighur seperti Nazi. Saya ingin melihat Perdana Menteri Shinzo Abe, yang akan mengunjungi Cina, membuat Cina berperilaku sebagai negara yang baik, dengan mengatakan 'Jangan menyangkal martabat manusia dan kebebasan minimum yang diperlukan," ungkap Ahmet kepada Sankei yang dimuat Minggu (22/12/2019).

()

Sejumlah massa Muslim melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar China, Jakarta, Jumat (21/12/18). Aksi solidaritas tersebut untuk mengecam tindakan kekerasan dan perlakuan Pemerintah Cina terhadap warga muslim Suku Uighur di Cina serta menuntut Pemerintah Indonesia untuk memberi pernyataan sikap dan membela warga muslim Suku Uighur. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

PKS Minta Pemerintah Aceh Bersikap soal Penindasan Muslim Uighur oleh China

Cuitan Mesut Ozil Soal Muslim Uighur Berbuntut Panjang, China Hilangkan Mesut Oezil di Game PES 2020

Media Asing Ungkap Alasan Ormas Islam Indonesia Bungkam Atas Pelanggaran HAM Muslim Uighur China

Dengan dokumen internal yang mendukung tindakan keras pemerintah Cina terhadap Uighur terungkap dan masyarakat internasional semakin mengkritik, Reyep Ahmet seorang direktur Asosiasi Uighur Jepang, merespons Sankei Shimbun yang memuatnya Minggu (22/12/2019).

Kecelakaan itu terjadi sekitar awal 2017.

Serangkaian Uighur yang sementara kembali ke rumah dari Turki dan Mesir menghilang dan kehilangan kontak, dan Uighur yang tinggal di luar negeri, termasuk Jepang, secara bertahap menjadi tidak dapat menghubungi keluarga asal mereka.

"Panggilan terakhir yang saya lakukan untuk ibu saya adalah Februari lalu. Pada waktu itu, dia mengatakan bahwa ayah dan adik laki-lakinya 'diambil dan ditahan pada Juli 2017 dan tidak di rumah', kata Reyep Ahmet.

"Sejak itu, saya tidak dapat menghubungi ibu saya dan saya tidak tahu apakah ada di rumah sekarang. Mengenai informasi ayah dan kakak, apakah mereka ke luar dari kamp atau masih di dalam tidak tahu. Bagaimana kesehatan mu bahkan tidak bisa memastikan kelangsungan hidup mereka," papar Ahmet.

Dipenjara Seumur Hidup di China, Aktivis Etnis Uighur Ini Justru Dapat Penghargaan dari Uni Eropa

Cuitan Mesut Ozil Soal Muslim Uighur Buat China Ngamuk, TV Cina Batal Tayangkan Arsenal Vs Man City

China Dituduh Ambil Paksa Organ Narapidana Pengikut Falun Gong dan Uighur

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved