Breaking News:

Misteri Kematian Hakim PN Medan, Istri Jamaluddin Sebut Hendak Umrah, Pengacara Beber Rencana Cerai

Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, penyidik sudah memeriksa 38 orang saksi untuk mengusut misteri kematian hakim Jamaluddin.

Editor: Amirullah
Tribun Medan / Victory
Hakim Jamaluddin dan Zuraida Hanum 

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Misteri kematian hakim Jamaluddin, hingga kini belum terungkap.

Salah satu teka-teki dalam kasus tersebut adalah pernyataan dari dua orang wanita yang sudah berkali-kali diperiksa polisi.

Kedua wanita itu adalah Zuraida Hanum (42), istri hakim Jamaluddin, dan Maimunah (bukan nama sebenarnya) yang mengklaim sebagai calon kuasa hukum hakim Jamaluddin untuk perkara perceraian.

Kepolisian menyebut hakim Jamaluddin adalah korban pembunuhan berencana.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, penyidik sudah memeriksa 38 orang saksi untuk mengusut misteri kematian hakim Jamaluddin.

"Sampai hari ini sudah 38 orang saksi yang kita lakukan pemeriksaan," kata Tatan, Jumat (20/12/2019) siang.

Zuraida Hanum membeberkan tentang rencana keberangkatan umrah bersama sang suami.

Kesaksian Reyep Ahmet, Ketua Asosiasi Uighur Jepang: Kelakuan China Terhadap Uighur Seperti Nazi

Ungkap Misteri Kematian Hakim Jamaluddin, Polisi Sudah Periksa 38 Saksi

Masuk Pekan Ketiga, Misteri Pembunuhan Hakim Jamaluddin belum Terungkap, Keluarga Datangi PN Medan

Sementara Maimunah mengungkapkan rencana hakim Jamaluddin bercerai dengan sang istri, Zuraida Hanum.

Sehari setelah penemuan jenazah hakim Jamaluddin, Zuraida Hanum membeberkan tentang rencana keberangkatan umrah bersama sang suami.

Zuraida Hanum menyatakan telah menyiapkan keberangkatan umrah bersama hakim Jamaluddin.

Kendati demikian, takdir berkata lain. Jamaluddin ditemukan tewas di mobil Toyota Land Cruiser berpelat BK 77 HD di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2019).

“Semua perlengkapan untuk umrah sudah saya siapkan. Saya rencana akan pergi dengan bapak,” ujar Zuraida Hanum, Sabtu (30/11/2019), seperti dikutip dari Serambi Indonesia (Grup Tribun-Medan.com).

Tak hanya itu, Zuraida Hanum juga menceritakan pesan hakim Jamaluddin.

Update Kasus Kematian Hakim PN Medan, Istri Jamaluddin Datangi PN Medan Bertemu Ketua Pengadilan

Terungkap Alasan Hakim Jamaluddin Ingin Cerai dengan Zuraida Hanum, Daripada Banyak Kali Dosa

Hakim asal Nagan Raya itu berpesan kepada sang istri untuk membayar uang sekolah anak-anak hingga enam bulan ke depan.

Menurut Zuraida Hanum, pesan yang disampaikan suaminya ini agak aneh, karena sebelum-sebelumnya hal seperti ini tidak pernah dia ucapkan.

Dalam perjalanan kasus ini, muncul pengakuan mengejutkan dari Maimunah.

Ia menyebut bahwa hakim Jamaluddin itu berniat untuk menceraikan istrinya, Zuraida Hanum.

Gugatan perceraian itu rencananya didaftarkan ke Pengadilan Agama Medan pada 2 Desember 2019.

Namun, rencana tinggal rencana. Hakim Jamaluddin ditemukan tewas pada 29 November 2019.

Dalam keterangannya saat diinterogasi pihak kepolisian, Senin (16/12/2019) lalu, Maimunah mengaku akan menjadi kuasa hukum hakim Jamaluddin untuk mengurus kasus perceraiannya dengan sang istri, Zuraida Hanum, di Pengadilan Agama Medan.

"Awalnya kami itu bertemu karena saya sedang mengurus perkara pada Agustus 2019 lalu, jadi di situ pertama kenal. Baru setelah itu dia curhat kalau ada niatan mau cerai," jelas Maimunah saat ditemui Tribun-Medan.com di PN Medan, Selasa (17/12/2019).

Menurut dia, niatan cerai itu sudah disampaikan secara langsung oleh hakim Jamaluddin kepada istrinya, Zuraida Hanum.

Namun, Zuraida Hanum menolak cerai dengan alasan tidak ingin harta hakim Jamaluddin dibagikan kepada anak-anak dari istri yang pertama.

"Jadi saya semalam diperiksa di Polrestabes sampai jam setengah 1 malam. Saya bilang (saat pemeriksaan) bahwa niatan cerai sudah disampaikan ke ibu (istri Jamaluddin) di bulan September,” ujarnya.

“Jadi pertemuan kedua pada 22 September 2019, dibilang bapak (Jamaluddin), kalau ibu tidak terima (cerai), karena bapak bilang ibu nggak mau harta tersebut dibagikan sama anak-anak dari istri yang pertama," ucap Maimunah menirukan ucapan hakim Jamaluddin ketika itu.

Dua bulan berselang, akhirnya hakim Jamaluddin merasa mantap untuk bercerai. Niat itu pun disampaikan lagi kepada Maimunah pada pertemuan tanggal 26 November.

"Lalu terakhir ketemulah kami pada tanggal 26 November, tiga hari sebelum bapak meninggal. Bapak bilang, “Maimunah saya enggak sanggup lagi, ceraikan saja”, katanya kayak gitu, daripada banyak kali dosa,” ucap Maimunah.

Melihat kebulatan tekad hakim Jamaluddin, Maimunah pun tak bertanya lebih jauh lagi.

Namun, Maimunah mengingatkan hakim Jamaluddin untuk mengesampingkan soal harta supaya proses perceraian tidak berlarut-larut.

“Ya udahlah kalau bapak udah niat untuk cerai, terserah bapaklah itu, yang penting kalau urusan harta nanti saja itu Pak, nanti lama kali cerainya, panjang kali perkaranya," kata tuturnya kepada hakim Jamaluddin.

Sebagai calon kuasa hukum yang dipercaya untuk mengurus perceraian tersebut, Maimunah pun meminta berkas-berkas untuk mengajukan gugatan.

Sedianya Maimunah bertemu dengan hakim Jamaluddin pada Rabu, 27 November untuk serah terima berkas guna proses perceraian. Namun, pertemuan itu urung terlaksana karena Maimunah batal ke PN Medan.

Maimunah akhirnya mendatangi PN Medan pada Jumat, 29 November 2019.

Selain hendak bertemu hakim Jamaluddin untuk ambil berkas guna pendaftaran gugatan cerai, Maimunah juga ingin ambil salinan putusan PN Medan.

"Saya sampai jam 1 dan langsung pergi ke ruangan Pak Jamal mau ambil berkas cerai, tapi enggak ada di ruangan. Lalu pergilah saya ambil salinan putusan jam 2.15 siang. Karena tidak ada baliklah saya," jelasnya.

"Ya di situ saya mau mempersiapkan berkasnya, ada buku nikah, KK dia, KTP dia, akte lahir anak-anaknya dan surat harta,” imbuhnya.

Menurut Maimunah, gugatan perceraian hakim Jamaluddin terhadap istrinya, rencananya didaftarkan ke Pengadilan Agama pada Senin, 2 Desember 2019.

“Bapak (Jamaluddin) ini calon klien. Jadi di situ belum sempat didaftarkan perkaranya (cerai), karena rencananya baru Senin akan didaftarkan ke Pengadilan Agama," tutur Maimunah.

Maimunah tak menampik adanya pertanyaan dari polisi tentang alasan dirinya dipilih oleh hakim Jamaluddin untuk mengurus kasus perceraian tersebut. "Saya juga ditanya polisi kenapa harus sama saya Pak Jamaluddin jadi kuasa hukum,” ujarnya.

Terakhir, Maimunah menjelaskan bahwa dirinya sudah 5 kali diperiksa oleh kepolisian.

Ia pertama kali menjalani pemeriksaan pada tanggal 2 Desember 2019, dan terakhir diperiksa pada 16 Desember 2019.

Selain itu, Maimunah membeberkan kedatangan hakim Jamaluddin ke rumahnya pada Kamis (28/12/2019) malam sekitar pukul 21.35 WIB, atau tepat pada malam sebelum hakim asal Aceh itu ditemukan tewas.

"Dia ke rumah saya, manggil-manggil saya tiga kali, itu jam 9.35 (malam) lah itu," jelasnya saat diwawancarai eksklusif dengan Tribun Medan, Jumat (13/12/2019).

Namun, Maimunah tidak membukakan pintu meskipun hingga tiga kali dipanggil oleh Jamaluddin.

Menurut Maimunah, saat itu hakim Jamaluddin tidak sendirian. Ia bersama tiga orang pria berbadan tegap.

"Dia manggil tiga kali, ”Maimunah” katanya dengan logat Acehnya. Pemanggilan pertama saya pergi ke ruang tamu mengintip. Rupanya bapak itu, tapi di situ dia sudah ada kawannya, waktu itu ada bertiga," ujarnya.

"Dia kan manggil 3 kali, tapi saya enggak keluar. Saya berpikir tidak ada kepentingan sama bapak ini. Janji saya Jumat mau ke kantor pengadilan. Di malam Jumat itu perasaan saya sudah enggak enak," tambah Maimunah.

Ia pun menerangkan bahwa ada yang mendorong hakim Jamaluddin dari mobil hingga ke pintu rumah Maimunah.

"Ada 3 oranglah, depan 1, mendorong dia untuk masuk. Sama sopir satu orang, kemungkinan mereka ada 4 atau 5 orang sama Pak Jamal," tuturnya.

Maimunah mengaku sempat mendengar hakim Jamaluddin saat itu meminta dirinya untuk ikut dengan rombongan tersebut.

"Paling gini dibilangnya 'bisa ikut bentar'. Ada yang mau dikonfrontir atau ditanyakan, hati saya sudah enggak enak hari itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maimunah menjelaskan setelah 15 menit di depan rumahnya, akhirnya rombongan hakim Jamaluddin pulang.

"Jadi pergilah orang itu kira-kira 15 menit, saya merasa enggak ada kepentingan ngapain jumpai. Lagian tengah malam ada apa, saya bertanya-tanya ada apa," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Misteri Kematian Hakim Jamaluddin, Sang Istri Sebut Hendak Umrah, Pengacara Beber Rencana Cerai

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved