LPPM Unsyiah

Tim Akademisi Unsyiah Kembangkan Sampan Jalo Bruek Berbahan Komposit

Keunggulan Jalo Bruek berbahan komposit produk Unsyiah ini adalah sangat mudah dibuat, dan mudah dalam perawatan.

Tim Akademisi Unsyiah Kembangkan Sampan Jalo Bruek Berbahan Komposit
Dok LPPM Unsyiah
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unsyiah melakukan uji coba Jalo Bruek, sampan mini berbahan komposit untuk menunjang aktifitas nelayan di Desa Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (22/12/2019) . 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dari Laboratorium Desain dan Manufaktur (LDM) bidang pengembangan material komposit dan design produk yang terdiri dari Akram ST MT, Lulusi ST MSc, dan Dr Heru Pahlevi SE MSc, berhasil membuat dan mengembangkan unit terbaru sampan tradisional masyarakat Aceh yang dikenal dengan sebutan ‘Jalo Bruek’.

Sampan mini itu menggunakan bahan baku nonkayu yaitu material komposit sintetik.

Material jenis ini berasal dari bahan fiberglass yaitu material hasil penggabungan antara perekat yang dikenal sebutan ilmiahnya matrik dan di masyarakat dikenal dengan nama resin.

Resin ini terdiri dari berbagai macam jenisnya. untuk kegiatan ini, tim Unsyiah menggunakan jenis resin polyester yukalac 157.

Resin ini banyak digunakan oleh industri pembuatan kapal laut dan bak ikan serta tong penyimpanan ikan.

Selain memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik, resin ini sangat mudah digunakan untuk membuat berbagai produk.

Adapun serat yang digunakan pada pembuatan unit produk ini adalah serat E-glass jenis Chopped Strand Mat (CSM) dan Woven Roving Mat (WRM).

Serat ini merupakan penguat dari struktur dinding maupun rangka dari sampan yang digunakan. Fungsinya rangkap, yaitu dapat berfungsi sebagai pengisi, juga bisa berfungsi sebagai penguat.

Ide pembuatan sampan berbahan komposit ini timbul dari data yang didapatkan di lapangan yaitu di kawasan tambak dan pesisir laut Provinsi Aceh.

Dari data disebutkan, hanya tersedia 5 % sampan tradisional berbahan kayu setelah terjadinya musibah besar tsunami pada tahun 2004.

Halaman
12
Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved