SALAMSERAMBI

Perbanyak Desa Wisata untuk Memikat Wisatawan

HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin mewar­takan pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT

Perbanyak Desa Wisata untuk Memikat Wisatawan
Foto: Humas BPPA/ Zikrullah
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT saat menjelaskan berbagai investasi yang terbuka untuk investor yang tertarik menanamkan modalnya di Aceh pada acara Indonesia - India Businness Forum di Hotel Aryadhuta, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019) 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin mewar­takan pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT dalam Dialog Pembangunan Pariwisa­ta pada Forum Silaturahmi Aceh Meusapat II di Aula Kan­tor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019).

Pada kesempatan itu Nova Iriansyah menyatakan bah­wa penerapan syariat Islam di Aceh diharapkan menjadi an­dalan pariwisata spritual dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Provinsi Aceh.

Menurut Nova, Aceh harus bangga dengan budaya dan adatnya, terutama syariat Islamnya dan syariat Islam harus menjadi andalan pariwisata Aceh.

Dialog Pembangunan Pariwisata itu juga menghasilkan sejumlah rumusan yang akan diterapkan dalam mengem­bangkan pariwisata Aceh ke depan. Di antaranya dibutuh­kan sinergi seluruh stakeholder pariwisata untuk memba­ngun ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh.

Diperlukan juga penyiapan destinasi wisata unggulan di setiap daerah melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manu­sia (SDM), serta penguatan pelaku pariwisata di era Revo­lusi Industri 4.0.

Selain itu, pembinaan UKM dan pengembangan pariwisa­ta harus dilakukan secara terintegrasi dan adanya pembi­naan teknis secara intensif oleh para ahli.

Komitmen bupati/wali kota di Aceh juga sangat diperlukan untuk membangun pariwisata sebagai sektor unggulan dan menjadi leading sector pertumbuhan ekonomi di daerah.

Tidak hanya itu, Aceh juga perlu memperkuat aspek pengalaman bagi wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Aceh. Dalam konteks ini, pengembang­an desa wisata disebut merupakan solusi untuk memberi­kan pengalaman istimewa bagi wisatawan.

Nah, dari seluruh hasil rekomendasi yang dirumuskan da­lam Dialog Pembangunan Pariwisata pada Forum Silatur­ahmi Aceh Musapat II itu, ada dua hal yang paling mungkin segera kita realisasikan. Yakni, konsep desa wisata dan perlunya komitmen bupati/wali kota di Aceh untuk memba­ngun pariwisata sebagai sektor unggulan pertumbuhan eko­nomi di daerah masing-masing.

Desa wisata di Aceh harus diperbanyak. Setiap kabupa­ten/kota boleh memiliki lebih dari satu desa wisata dan bahkan sebaiknya di setiap kecamatan yang berbeda ka­rakteristik dan topografi wilayahnya perlu ditetapkan dan dikembangkan minimal satu desa wisata.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved