Kupi Beungoh

“Selamat dari Tsunami karena Ta’dhim keu Guree”

saya sedang menjemput adinda Jamilah mau evakuasi ke Pasar Lamno pascagelombang tsuanmi pertama sekira betis pada pagi hari Minggu, 26 Desember 2004

“Selamat dari Tsunami karena Ta’dhim keu Guree”
For Serambinews.com
Tgk Mustafa Husen Woyla, Sekretaris TASTAFI Banda Aceh, Jubir ISAD dan FPI, Guru Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee 

(Refleksi 15 Tahun Tsunami Aceh 2004 - 2019)

Oleh Tgk Mustafa Husen Woyla*)

“Mandum meusahoe ateuh mushalla, han mungken ta plung u pekan atawa uwateuh gunong.”

(Semua berkumpul di atas mushalla, tidak mungkin lari ke pasar atau ke atas gunung)

Seru Aba Asnawi kepada kami di Kompleks Mis BUDI Lamno.

Ketika itu saya sedang menjemput adinda Jamilah mau evakuasi ke Pasar Lamno pascagelombang tsuanmi pertama yang sekira betis pada pagi hari Minggu, 26 Desember 2004 silam.

Dan ternyata memang benar adanya, jika kami lari, secara ‘adat semua sudah wafu’anna (meninggal).

Banyak santri-santriwati yang berpulang kerahmatullah, di antaranya istri Aba Asnawi, adinda saya Jamilah binti Muhammad Jamil dan ratusan santri BUDI lainnya.

Kisah Wartawan Serambi Cari Adik Usai Tsunami, Jumpa Rekan Kantor Bawa Mayat Istri di Kereta Sorong

Alkisah, dari tragedi tsunami dahsyat itu menyisakan sejumlah kisah  pilu.

Namun bagi aneuk meudagang tentu ada cara tersendiri menterjemahkannya, diantaranya meyakini perkara itu sebagai qadha dan qadar Allah.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved