SALAM SERAMBI

Kesadaran Warga terhadap Bencana Makin Membaik

Harian Serambi Indonesia edisi Jumat (27/12/2019) kemarin mewartakan bahwa warga Pidie dan sekitarnya sangat antusias

Kesadaran Warga terhadap  Bencana Makin Membaik
SERAMBI/ M NAZAR
Warga mengikuti zikir bersama pada peringatan 15 tahun gempa dan tsunami Aceh yang dipusatkan di Gedung Pidie Convention Center (PCC) di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Kamis (26/12).SERAMBI/ M NAZAR 

Harian Serambi Indonesia edisi Jumat (27/12/2019) kemarin mewartakan bahwa warga Pidie dan sekitarnya sangat antusias menghadiri kegiatan peringatan 15 tahun bencana tsunami di Gedung Pidie Convention Center (PCC), Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Kamis (26/12).

Buktinya, cuaca masih gelap dan udara masih sejuk menusuk tulang seusai shalat subuh, ratusan warga sudah "menyerbu" gedung mewah tersebut. Mereka hadir lebih awal karena khawatir tak kebagian tempat duduk. Bahkan, sebagian mereka tidak mengetahui bahwa Ustaz Abdul Somad (UAS) batal hadir untuk menyampaikan tausiah pada acara puncak peringatan tsunami Aceh itu. Padahal, kegiatan tablig akbar peringatan tsunami baru dimulai pukul 07.35 WIB. Tapi, warga sudah datang berbondong-bondong naik sepeda motor, pikap, bus, dan mobil dengan membawa anggota keluarganya.

Warga datang mengenakan pakaian serbaputih dan memenuhi tenda berkapasitas kursi sekitar 4.000 lebih. Karena semua kursi di bawah tenda itu terisi penuh oleh pengunjung, sebagian warga bahkan duduk di atas tikar. Zikir mengawali kegiatan peringatan puncak 15 tahun tsunami yang dipimpin Ustaz Zamhuri Ramli didampimgi Ketua MPU Pidie, Tgk H Ismi A Jalil. Ribuan warga larut dalam zikir. Selain warga lokal, yang ikut menghadiri peringatan tsunami kali ini adalah warga Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Besar, dan Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyerahkan santunan terhadap anak yatim. Nova juga menyerahkan piagam penghargaan kepada lima duta besar dari lima negara, yakni Dubes Korea Selatan Kim Chang Beong, Konsuler Kedutaan Jepang di Jakarta, Mr Takeshi Ishii dan Mr Yamamori. Kemudian, Konsuler India di Medan, Mr Raghu Gururaj, Sekretaris 1 Politik Singapora, Mr Matthew Chan, dan Konsuler Negara Cina di Medan, Ms Qiu Weiwei. Piagam tersebut diserahkan sebagai bentuk terima kasih Pemerintah Aceh kepada negara tersebut yang telah membantu korban tsunami di Aceh 15 tahun lalu.

Plt Gubernur Aceh dalam sambutannya, antara lain, mengatakan, memperingati 15 tahun tsunami bukanlah untuk membuka kembali kesedihan pada luka lama. Namun, untuk membangkitkan semangat, guna menjadikan bencana itu sebagai momentum meningkatkan

keimanan kepada Allah. Juga untuk menyadarkan kita agar peduli pada pelestarian lingkungan. Warga juga harus waspada terhadap segala jenis bencana, sesuai dengan tema peringatan tsunami tahun ini: Melawan lupa, siaga bencana.

Jujur saja, kita ikut bersyukur bahwa kesadaran masyarakat Aceh terhadap bencana semakin meningkat. Hal itu terindikasi dari antusiasnya masyarakat untuk menghadiri puncak peringatan ke-15 peristiwa tsunami Aceh. Sangat kita dukung inisiatif  Pemerintah Aceh untuk menyelenggarakan puncak peringatan tsunami di luar ibu kota provinsi. Dengan menggilir acara peringatan tersebut ke kabupaten/kota di luar Banda Aceh maka akan tersebar pula kesadaran dan pengetahuan masyarakat Aceh terhadap upaya-upaya pengurangan risiko bencana.

Jika kita tetap konsisten memperingati peristiwa tsunami, hal ini membuat kita tidak pernah lupa bahwa banyak bencana, salah satunya tsunami, merupakan peristiwa berulang.

Karena sifatnya yang berulang, maka kita harus tetap waspada bahwa suatu saat bencana mahadahsyat ini akan terulang. Semoga pada saat bencana dari laut ini kembali terulang, kita berhasil menekan jumlah korban, baik yang meninggal, cedera, maupun korban harta benda.

Salah satu upaya untuk pengurangan risiko bencana adalah dengan mencatat kejadian bencana tersebut dan kita tidak abai. Dalam konteks inilah perlu terus kita edukasi masyarakat kita agar mereka bukan saja memiliki kesadaran terhadap bencana, tetapi juga memiliki kesiagaan dan ketangguhan. Pendeknya, kita harus melawan lupa dan senantiasa siaga bencana. Kita juga harus berupaya untuk membangun daerah yang terdampak bencana secara lebih baik dan lebih aman dengan menyiapkan keluarga dan masyarakat yang sadar dan tangguh bencana.

Mari kita jadikan momentum peringatan tsunami ini untuk melahirkan perilaku positif dan semakin peduli lingkungan, sekaligus menciptakan berbagai perubahan dalam diri kita agar lebih mempertimbangkan aspek keselamatan dari bencana dalam membangun Aceh.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved