Dewan Minta Irigasi Jebol Segera Diperbaiki  

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRA Muchlis Zulkifli ST meminta instansi terkait memperbaiki segera

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/ FERIZAL HASAN
Lokasi proyek jaringan irigasi dan jembatan Aneuk Gajah Rhet, di Desa Lawang, Kecamatan Peudada, Bireuen, yang belum tuntas pembangunannya serta sisa upah tukang dan material milik masyarakat yang belum dilunasi. Foto diambil Minggu (15/12/2019). 

BANDA ACEH - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRA Muchlis Zulkifli ST meminta instansi terkait memperbaiki segera saluran irigasi yang jebol di Desa Lamkhuk-Tanoh Abe, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. "Irigasi itu harus secepatnya diperbaiki. Ini emergency karena kalau tidak diperbaiki petani gagal panen, " kata Muchlis Zulkifli dalam rapat paripurna pengesahan tata tertib (tatib) periode 2019-2024 di Gedung DPRA Banda Aceh, Senin (30/12/2019).

Kata dia, saluran irigasi sekunder tersebut jebol sepanjang 10 meter pada 24 Desember 2019. Namun, imbasnya bisa mengancam gagal panen padi yang luasnya mencapai ratusan ribu hektare di kawasan Indrapuri, Montasik, Seulimuem, Kuta Baro, Darussalam, dan Kecamatan Blang Bintang. Menurut Muchlis Zulkifli, sangat disayangkan pada saat petani sedang menanam padi, justru air tidak ada. Jika dibiarkan, akan gagal panen di Aceh Besar. "Ini harus diperbaiki. Mana Kepala Dinas Pengairan Aceh. Saya kecewa Kepala Dinas Pengairan Aceh tidak ada di ruangan sidang ini, padahal ini sangat penting karena ini menyangkut petani yang membutuhkan air sawah di Aceh Besar, " kata Muchlis Zulkifli yang juga Ketua DPD PAN Aceh Besar.

Menurut dia, Dinas Pengairan Aceh punya anggaran operasional perbaikan jaringan irigasi.  Dia berharap uang tersebut digunakan untuk memperbaiki saluran irigasi yang jebol.  Dikatakan, kalaupun pembangunan saluran irigasi tersebut menjadi kewenangan Balai Sungai Wilayah I Aceh, Dinas Pengairan Aceh juga perlu mengontrolnya.

“Kita juga ingin mengetahui berapa besar dana pemeliharaan jaringan dialokasikan dari dana APBN. Wajar kita mempertanyakan dana tersebut, karena saluran irigasi jebol saja tidak becus diatasi," kata Muchlis.

Selain itu, Muchlis juga menyinggung kelangkaan urea bersubsidi di Aceh Besar dan daerah lain. Kelangkaan urea di Aceh Besar, Aceh Tenggara, dan kabupaten lainnya di Aceh harus menjadi perhatian serius  Pemerintah Aceh.  Ini menjadi masalah lain yang dihadapi petani.  "Jika petani gagal panen akan mempengaruhi perekonomian masyarakat," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan Aceh Ir Mawardi yang ditanyai Serambi mengatakan,   saluran irigasi sekunder yang jebol di Tanoh Abe itu menjadi tanggung jawab Balai Sungai Wilayah I Aceh.  Walaupun demikian, kata Mawardi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Sungai Wilayah I Aceh. Dia yakin instansi tersebut akan memperbaiki kerusakan.

Menurut Mawardi, saluran irigasi yang jebol tersebut rusak berat dan tidak mungkin ditangani memakai dana rutin. “Biasanya dana rutin digunakan untuk pemeliharaan jaringan irigasi yang ringan-ringan saja, seperti menggali saluran yang dangkal atau memotong kayu di lintasan saluran irigasi,” tandasnya. Terkait ketidakhadirannya ke gedung DPRA, Mawardi mengaku sudah mengutus staf. Dirinya melaksanakan tugas lain di Bireuen yakni penyerahan buku rekening untuk pembayaran 498 persil tanah warga. (as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved