Berita Aceh Selatan
Setiap Hari Libur Tapaktuan Sepi, ASSPI Dorong Pemkab Asel Fokus di Bidang Kepariwisata
Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan di Kota Tapaktuan setiap hari libur mati.
Penulis: Taufik Zass | Editor: Nur Nihayati
Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan di Kota Tapaktuan setiap hari libur mati.
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Setiap Sabtu - Minggu dan hari libur lainnya suasana di Tapaktuan, Ibukota Kabupaten Aceh Selatan selalu tampak sepi bak "kota mati".
Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan di Kota Tapaktuan setiap hari libur mati.
"Karenanya kita mendorong Pemkab Aceh Selatan untuk fokus menggarap sektor kepariwisataan terutama untuk wilayah Tapaktuan dan Samadua.
• Panji Petualang Digigit Ular King Kobra Peliharaannya, Jari Manisnya Robek Kena Satu Taring Garaga
• Usai Amuk Massa, Warga Kecamatan Jaya Bakar Rumah Zainal, Diduga Menipu
• Golkar-Demokrat Ingin Kuasai Komisi V dan VI
Sebab cuma sektor wisata yang mampu menghidupkan aktivitas kota Tapaktuan dan Samadua pada hari - hari lebur," kata Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kabupaten Aceh Selatan, May Fendri SE, Minggu (29/12).
Menurutntya, untuk mendorong minat wisatawan lokal untuk berkunjung ke Aceh Selatan cukup mudah, yang petama kawasan pengunungan Tapaktuan - Samadua dihiasi dengan taman bunga sehinga pengunjung bisa berselfie ria bersama keluarga.
"Kedua, Pemkab harus memanfaatkan Teluk Tapaktuan dan Pasir Putih Samadua sebagai tempat permainan jetski.
Dengan demikian pengunjung akan lebih tertarik ke Tapaktuan dan Samadua untuk melihat taman dan bermain Jetski," saran May Fendri.
Agar program - program tersebut didukung oleh masyarakat sekitar, tambahnya,
Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas terkait harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat tentang keuntungan dengan hadirnya kedua program pengembangan wisata tersebut.
"Jika masyarakat mendukung baru program pengadaan jetski dan penataan kawasan taman dilaksanakan," papar May Fendri.
Selanjutntya, baru Pemkab Aceh Selatan bersama Camat dan Keuchik merumuskan Qanun Gampong menyangkut ketentuan syariah bagi pengunjung agar dilokasi wisata dimaksud tidak terjadi maksiat atau pelanggaran Syariat.
"Artinyta jika semua sudah terkonsep, pasti program ini akan jalan dan bisa mendatangkan pemasukan untuk daerah dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat," ulasnya.
Sebenarnya, lanjut May Fendri, banyak program pengembangan sektor wisata lainnya yang bisa dilaksanakan di Aceh Selatan, cuma tingal lagi kemampuan kepala dinasnya dalam mengembangkan kreativitas dan inovasinya di sektor kepariwisataan.
"Kita berharap kedepan kepala Dinas yang dipilih benar-bemar kreatif dan inovatif dalam mengarap sektor wisata di Aceh Selatan.
Sebab kita punya potensi besar disektor tersebut," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peserta-fun-bike-dan-fun-walk-aceh-selatan-melewati-masjid-terapung.jpg)