Opini

Negara Dalam Jerat Narkoba  

Permasalahan narkoba sudah masuk pada level yang membahayakan atau sudah dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB)

Negara Dalam Jerat Narkoba   
IST
Dr. Sri Rahmi, MA, Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia

Oleh Dr. Sri Rahmi, MA, Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia

Permasalahan narkoba sudah masuk pada level yang membahayakan atau sudah dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Hanya keimanan dan ketaqwaan serta pemahaman agama yang benar yang dapat mengeluarkan diri dari jerat narkoba yang ada di sekitar kita.

Permasalahan Narkoba di Indonesia masih sesuatu yang bersifat urgen dan kompleks. Urgen dikarenakan narkoba telah memakan korban mulai dari anak-anak, bahkan sampai orangtua yang seharusnya menjadi panutan. Sedangkan kompleks disebabkan mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba telah mengakar dan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Misalkan saja, bahwa harapan negara aparat keamanan dapat menjadi garda terdepan untuk memberantas peredaran narkoba, namun didapati "oknum" aparat keamanan yang justru menjadi pemakai bahkan pemasok narkoba di negara ini.

Dalam kurun waktu satu dekade terakhir permasalahan ini menjadi sangat marak. Jumlah pengedar dan pecandu narkoba bertambah secara signifikan, seiring juga meningkatnya pengungkapan kasus tindak kejahatan narkoba yang semakin beragam polanya dan semakin massif jaringan sindikatnya. Bahkan medio awal 2019 sampai akhir tahun, penyalahgunaan narkoba menjadi konsumsi publik yang paling sering dibicarakan. Melalui siaran televisi, disiarkan bagaimana peredaran narkoba yang ada di Indonesia saat ini, mulai dari kota bahkan sampai ke pelosok desa.

Penyalahgunanya dilakukan oleh masyarakat biasa sampai publik figur. Satu persatu berita artis bahkan sampai pejabat yang tertangkap dalam kasus penyalahgunaan barang haram ini. Untuk Aceh saja, sebagai daerah yang memiliki qanun pelaksanaan syariat Islam, hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang barang haram tersebut di media cetak lokal. Bahkan sudah beberapa kali menjadi hedline news pada harian ternama di provinsi paling ujung Indonesia ini.

Parahnya lagi yang terlibat dalam pengedaran dan penyalahgunaan narkoba tidak mengenal tempat dan profesi. Mulai dari masyarakat biasa, remaja, pelajar, mahasiswa/i, pejabat bahkan pihak keamanan yang seharusnya ikut memberantas narkoba malah larut dalam kenikmatan semu narkoba. Sampai-sampai rumah sakit jiwa (RSJ) Aceh "kebanjiran" pasien karena narkoba.

Surat al-Baqarah Ayat 195 menegaskan bahwa "dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan". Jika merujuk pada ayat tersebut, maka pengguna dan pengedar narkoba merupakan orang-orang yang menjatuhkan dirinya dalam kebinasaan. Dan orang-orang ini dapat dipastikan akan merugi baik di dunia apalagi di akhirat kelak. Maka Pemberlakuan aturan perundangan dengan sebenarnya agar mampu menekan tingkat penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Hukuman yang adil, berat dan pantas bagi pengedar dan pengguna sesuatu yang mendesak untuk dipikirkan sehingga tidak menjadi ancaman bagi yang lainnya.

Petaka di balik narkoba

Narkoba bukan hanya menjadi "hantu" yang mematikan bagi si pemakai saja, namun yang lebih parah lagi adalah efek negatif dari narkoba bisa mempengaruhi sendi-sendi kehidupan semua orang. Narkoba berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan. Bahkan menjadikan daya tahan tubuh menurun, kecanduan bahkan kematian. Dampak dari penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengancam kelangsungan hidup dan masa depan penyalahgunanya saja, namun juga masa depan bangsa dan negara, tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan.

Bagi para bandar dan mafia narkoba, Indonesia dirasakan sebagai "surga" bagi mereka. Indonesia termasuk pasar paling empuk bagi pebisnis narkoba. Bagaimana tidak, bisnis barang panas ini beromset miliaran rupiah dalam sehari saja. Jalur darat, laut dan udara seolah menjadi pintu masuk yang sangat gampang bagi pengedar barang haram tersebut.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved