Breaking News:

Kursi Roda Haji Uma

Eks Kombatan GAM Ini Sakit Parah tak Bisa Jalan, Haji Uma Salurkan Bantuan Kursi Roda

Perhatian Haji Uma disalurkan berkat laporan warga tentang kondisi Musliadi yang memprihatinkan dan butuh perhatian.

SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Rahmat staf Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma, untuk Aceh Timur menyerahian bantuan kursi roda kepada Musliadi di kediaman ibunya di Gampong Alue Jangat, Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur, Minggu (5/1/2020). 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman atau Haji Uma kembali menyalurkan bantuan kursi roda kepada kaum duafa di Aceh Timur.

Kali ini, bantuan kursi roda itu diberikannya kepada Musliadi (35) yang juga mantan Kombatan GAM, Aceh Timur.

Dua bulan terakhir sejak sakit parah Musliadi bersama istrinya, Mariani (43) dan anaknya Sifa Ananda (3,5) tinggal di rumah ibunya, Nur Jannah di Gampong Alue Jangat, Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur.

Setelah Melihat Dampak Galian C di Sawang, Ini Penegasan Haji Uma kepada Pemkab Aceh Utara

Haji Uma Minta Pemerintah Aceh Qanunkan Itiqat Ahlussunnah Waljamaah Bermazhab Syafii

‘Intip’ Aktivitas Lokasi Galian C di Sawang, Haji Uma Lewati Jalan Berlumpur dan Bebatuan

"Suami sakit sudah sekitar dua tahun. Tapi enam bulan terakhir semakin parah dan tidak bisa jalan lagi," ungkap Mariani didampingi Nur Jannah usai menerima bantuan kursi roda, Minggu (5/1/2020).

Kursi roda diserahkan Haji Uma, melalui Rahmat SH, stafnya untuk Aceh Timur.

Perhatian Haji Uma disalurkan berkat laporan warga tentang kondisi Musliadi yang memprihatinkan dan butuh perhatian.

Kemudian, Haji Uma, melalui stafnya Rahmat mengecek kondisi Musliadi dan menyalurkan bantuan kursi roda.

"Kursi roda ini sumbangan dari Haji Uma semoga dapat dimanfaatkan dengan baik," ungkap Rahmat.

Mariani mengatakan baru Sabtu (4/1/2020) kemarin suaminya itu keluar menjalani perawatan di RSUD dr Zubir Mahmud.

"Baru Sabtu kemarin, suami saya keluar dari RSUD dr Zubir Mahmud. Kata dokter selain sakit gula kering, suami saya juga sakit batuk, dan paru-paru," ungkap Mariani.

Foto Musliadi (35) yang juga mantan Kombatan GAM saat masih gagah bergabung dalam TNA.
Foto Musliadi (35) yang juga mantan Kombatan GAM saat masih gagah bergabung dalam TNA. (SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI)

Mariani mengatakan baru dua bulan ia pulang ke rumah ibu suaminya di Alue Jangat, karena sakit semakin parah.

Sebelumnya, mereka tinggal Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Selain di RSUD dr Zubir Mahmud, jelas Mariani, suaminya juga sudah berobat di rumah sakit Banda Aceh, tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan sembuh.

Karena tidak tahan lagi di rumah sakit, jelas Mariani, suaminya itu minta pulang menjalani perawatan jalan dan pengobatan tradisional di rumah ibunya.

"Kata orang obat paru-paru itu ada dijual di Kuala Simpang dengan harga Rp 250 ribu, tapi kami belum ada uang untuk membelinya," ungkap Mariani.

Karena itu, selama ini suaminya itu menjalani pengobatan tradisional sesuai kemampuan.

"Kami berharap ada pihak dermawan yang mau membantu membelikan obat untuk suami saya. Saya sangat berharap suami saya bisa sembuh," ungkap Mariani seraya memperlihatkan jahitan operasi di bagian pinggul suami bekas terkena tembak masa konflik.

Jangankan untuk berdiri, kini untuk duduk saja Musliadi tidak sanggup lagi.

Tubuhnya tampak sangat kurus, sering kali ia meminta istrinya membantu mengubah posisi tidur.

"Terima kasih Haji Uma atas bantuannya. Semoga Haji Uma sehat selalu dan mudah rezeki," doa Musliadi seraya mengaku kenal dan pernah bertemu dengan Haji Uma sebelumnya.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved