Nova Harap Dana Otsus Dipermanenkan  

Pemerintah Aceh kembali menggelar rapat bersama Anggota DPD dan DPR RI asal Aceh yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes)

Nova Harap Dana Otsus Dipermanenkan   
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Yunidar ZA (kanan) bersama Ketua Forbes DPR dan DPD RI asal Aceh, M Nasir Djamil, dan Ketua Umum PP TIM, Surya Dharma. 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh kembali menggelar rapat bersama Anggota DPD dan DPR RI asal Aceh yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) di Kantor Gubernur Aceh, Senin (6/1/2020). Rapat tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Aceh dan para bupati/wali kota se-Aceh.

Rapat yang dibuka oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dihadiri oleh lima anggota Forbes Aceh, yakni Nasir Djamil, Illiza Saaduddin Djamal, Irmawan, Rafly Kande (DPR RI), dan Fadhil Rahmi (DPD RI). Dalam pertemuan itu, Plt Gubernur dan para bupati/wali kota se-Aceh membahas sejumlah isu strategis di Aceh.

Salah satunya adalah upaya untuk memperjuangkan perpanjangan dana otonomi khusus (otsus), bahkan jika bisa agar dipermanenkan untuk Aceh. Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, dana otsus Aceh akan berakhir pada tahun 2027.

Untuk itu, dia berharap bersama-sama Forbes Aceh untuk memperjuangkan hal itu, karena menurutnya kehadiran dana otsus sangat signifikan untuk pembangunan Aceh. “Karena itu kita berharap diperpanjang atau dipermanenkan. Kita juga sudah bertemu dengan Pak JK, beliau yakin dana otsus bisa diperpanjang dan kita juga harus membangun komunikasi dengan Presiden dan DPR RI," kata Nova.

Nova menuturkan, keberadaan dana otsus juga telah mengubah secara signifikan wajah Aceh pascakonflik. Kini, kata dia, angka pengangguran dan kemiskinan Aceh turun secara drastis berkat dana Otsus. Oleh sebab itu, ke depannya penggunaan dana otsus harus lebih optimal untuk kegiatan strategis dan disertai pengawasan yang ketat.

"Termasuk juga perlunya pemberian reward and punishment bagi kabupaten/kota dalam pengelolaan dana itu. Dengan demikian kehadiran data otsus ini benar-benar dapat mendukung percepatan pembangunan Aceh," kata Nova.

Selain perpanjangan dana Otsus, ada sejumlah permasalahan lainnya yang harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Aceh dan Forbes, yakni terkait revisi Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA)  dan hal-hal terkait keistimewaan Aceh. "Bagi kita tidak ada lagi khilafiah terkait kekhususan Aceh, keistimewaan yang dimiliki Aceh harus jadi kebanggaan kita," kata Nova.

Sementara itu, Ketua Forbes Aceh, Nasir Djamil, menyampaikan terima kasih kepada Plt Gubernur yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. Ia yakin, forum yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan di Aceh itu akan sangat bermanfaat bagi pembangunan Aceh ke depan.

"Pertemuan ini adalah upaya tindak lanjut apa yang telah disepakati dalam pertemuan Forbes dan Pemerintah Aceh beberapa bulan lalu untuk membantu pembangunan di Aceh,” katanya.

Pertemuan itu dirangkai dengan rapat dengar pendapat. Nasir Djamil berjanji, aspirasi yang didengar dalam pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti ke Pemerintah Pusat sesuai kewenangan yang dimiliki.

Selain itu, Nasir juga mengharapkan, seluruh Forkopimda dan instansi vertikal yang berada di Aceh dapat ikut serta membantu pemerintah Aceh dalam pembangunan. "Mudah-mudahan instansi vertikal mampu bersinergi dengan Pemerintah Aceh, sehingga upaya mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat bisa segera kita wujudkan," pungkas Nasir. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved