Dewan Ramai-ramai Sambangi Balai Sungai  

Sejumlah anggota DPRA dari wilayah pantai barat selatan Aceh secara beramai-ramai mendatangi Kantor Balai Wilayah Sungai I Sumatera-Aceh

Dewan Ramai-ramai Sambangi Balai Sungai   
For Serambinews.com
Anggota DPR Aceh, Fuadri melihat puing-puing rumah yang tersisa akibat tergerus erosi sungai di kawasan Gampong ALue Keumang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (5/12/2019). 

BANDA ACEH - Sejumlah anggota DPRA dari wilayah pantai barat selatan Aceh secara beramai-ramai mendatangi Kantor Balai Wilayah Sungai I Sumatera-Aceh di Kompleks Dinas Pengairan Aceh, Luengbata, Banda Aceh, Rabu (8/1/2020). Informasi yang diterima Serambi menyebutkan, anggota DPRA yang menyambangi balai sungai adalah, Fuadri,Isfannusir, Edi Kamal, Herman, HT Sama Indra, Tgk Syarifuddin, Asmidar, TR Keumangan, dan Hendri Yono.

Tujuan kunjungan anggota DPRA itu ternyata untuk menyampaikan permasalahan sungai di wilayah barat selatan Aceh yang sudah banyak dangka, tapi belum ditangani oleh Balai Wilayah Sungai I Sumatera-Aceh. Sungai tersebut antara lain Krueng Woyla, Meureubo, Bateue, Krueng Singkil, dan Krueng Alas. Kondisi semua sungai tersebut saat ini sudah dangkal, begitu juga muara sungainya.

Pendangkalan sungai itu, menurut pejelasan Fuadri, diduga disebabkan pengembangan perkebunan kelapa sawit dan penebangan hutan di kawasan lindung atau daerah aliran sungai (DAS). “Sedimen atau tumpukan lumpur di dalam semua sungai itu sudah tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Fuadri juga menyorot pengerusan abutmen jembatan Peuribu di Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, sejak beberapa tahun lalu, sehingga mengancam kekokohan jembatan di lintasan jalan nasional tersebut. “Anehnya pihak Balai Wilayah Sungai I Sumatera-Aceh sampai kini belum mengambil tindakan peyelamatan kepala jembatan yang terancam runtuh,” kritik dia.

Anggota DPRA lainnya, Edi Kamal mengusulkan penanganan Krueng Nagan dan Lamie kepada balai sungai tersebut. Menurut Edi Kamal, akibat pendangkalan kedua sungai itu menyebabkan pada saat musim hujan lebat, air sungai sering meluap dan merendam Kawasan Tripa Makmur. Usulan pengerukan sungai juga disampaikan Herman. Ia mengusulkan agar Krueng Meureubo yang telah meruntuhkan satu unit jembatan dan lima unit rumah warga saat banjir tahun lalu, segera ditangani secara cepat.

Sedangkan T Sama Indra mengusulkan penanganan Irigasi Krueng Baru, aliran Krueng Singkil, hingga normalisasi Sungai Gelombang. Usulan yang sama juga disuarakan Tgk Syaifuddin yang meminta pembangunan tanggul Sungai Gelombang mulai dari Gampong Suka Maju hingga Danau Teras. “Supaya pada saat musim hujan deras, air sungai dari hulu tidak merendam pemukiman penduduk yang berada di daerah aliran sungai tersebut,” paparnya.

Tak mau ketinggalan, Irfannusir mengusulkan pengerukan Krueng Baru di Gampong Pulo Ie. Usulan ini lantaran setiap datang musim hujan, daerah sekitar aliran Krueng Baru selalu direndam banjir yang merusak tanaman pertanian. Sementara Asmidar meminta Balai WS I menangani muara Sungai Singkil dan membangun tanggul di Desa Tanah Merah sepanjang 1 kilometer. Terakhir, TR Keumangan dan Hendri Yono juga menyampaikan aspirasi konstituen mereka berupa penanganan Krueng Nagan dan Krueng Tripa di Nagan Raya serta Krueng Trumon di Aceh Selatan.

Menanggapi semua usulan anggota DPRA tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai I Sumatera-Aceh, Jaya Sukarno mengungkapkan, permintaan dan proposal yang telah diserahkan para wakil rakyat itu akan menjadi bahan pertimbangan pihaknya dalam pengusulan program penanaganan sungai yang menjadi kewenangan mereka. Ia menyatakan, pihaknya melakukan penelitian kembali untuk pembuatan SID dan DED. "Jika kedua dokumen itu sudah ada, usulannya jadi mudah untuk masuk dalam program dan pengalokasian pembiayaannya kepada Dirjen Penanganan Aliran Sungai di Kementerian PUPR di Jakarta," pungkas Jaya Sukarno.(her)  

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved