Salam

Sangat Bahaya Penambangan Emas Liar Pakai Alat Berat  

Satuan Reskrim Polres Pidie, menangkap 11 warga dalam penggerebekan tambang emas ilegal di aliran Sungai Alue Saya, Kecamatan Tangse

Sangat Bahaya Penambangan Emas Liar Pakai Alat Berat   
DOK POLRES PIDIE
Sebelas orang yang terkait dengan penambangan emas ilegal di Pegunungan Tangse, Pidie, ditahan di Mapolres setempat, Rabu (8/1/2020). 

Satuan Reskrim Polres Pidie, menangkap 11 warga dalam penggerebekan tambang emas ilegal di aliran Sungai Alue Saya, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (7/1/2020) petang. Polisi juga menyita dua unit alat berat berupa beko yang digunakan dalam aktivitas penambangan tak resmi itu. Semua orang yang ditangkap itu, hingga Kamis petang masih dalam pemeriksaan kepolisian di Sigli.

Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK, mengatakan, pihaknya mengetahui ada tambang emas ilegal itu bermula dari laporan masyarakat. Menurut warga, aktivitas tambang itu sudah merusak lingkungan karena dua beko yang ada terus mengeruk tanah untuk memburu logam mulia.

Untuk menjangkau lokasi itu, tim kepolisian membutuhkan waktu hingga 12 jam. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan dua unit beko sedang mengeruk pegunungan yang diperkirakan mengandung bijih emas. Lalu, polisi mengamankan 11 orang yang terdiri atas dua operator beko, delapan pekerja, dan satu orang yang diduga sebagai penyandang dana untuk aktivitas penambangan tersebut. Operator beko dan pekerja ditangkap di lokasi tambang. Sedangkan pria yang diduga sebagai penyandang dana diamankan di desa tempat tinggalnya, Gampong Baro, Kecamatan Tangse.

Ini bukan kali pertama pihak kepolisian di Pidie menggerebek tambang memas ilegal. Sebelumnya, sudah berkali-kali aktivitas penamabangan emas secata ilegal di kawasan Geumpang dan Tangse digerebek oleh pihak kepolisian. Beberapa pekerja dan penyandangnya pernah ditangkap. Sejumlah alat berat yang dipakai untuk aktivitas penemabangan emas secara liar itu juga pernah disita.

Yang menjadi pertanyaan kita, mengapa aktvitas yang sangat berbahaya bagi lingkungan itu terus berlangsung? Apakah mereka memiliki beking yang sangat kuat? Apakah mereka memiliki banyak modal? Ataukah karena mereka benar-benar tidak tahu kegiatannya dapat membahayakan orang lain, terutama karena terganggunya lingkungan?

Di sisi lain, jumlah kecelakaan dan korbannya di kawasan penamabangan emas tanpa izin itu sudah sangat banyak. Sebab, standar keselamatan kerja di tambang emas ilegal itu benar-benar diabaikan. Dengan risiko yang sangat tinggi, pekerja yang umumnya didatangkan dari daerah lain sebenarnya melakukan dua hal pada saat yang sama, yakni cari duit sekaligus mempertaruhkan nyawa.

Jadi, persoalan tambang emas ilegal bukan melulu perkara pengrusakan lingkungan, tapi juga soal keselamatan para pekerjanya. Memang, ancaman yang paling nyata dari tambang emas ilegal adalah kerusakan lingkungan. Perburuan emas di kawasan itu bukan saja merusak alam, melainkan juga telah mencemari lingkungan yang membahayakan kesehatan warga di kawasan tersebut.

Pertanyaan kita tadi, mengapa penambanmgan emas secara liar itu bisa terus berlangsung? Tidakkah kita merasa cukup dengan korban yang sudah sangat banyak berjatuhan?

Benar bahwa Pemerintah Provinsi Aceh dan pejabat di kebupaten/kota yang ada penambangan emas liar berjanji menertibkannya. Janji penertiban itu terjadi berkali-kali, terutama ketika ada kecelakaan di lokasi-lokasi penambangan liar. Kenyataan hari ini aktivitas penambangan liar masih terjadi di sejumlah kawasan Aceh seperti di Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, dan lain-lain. 

Kita tahu bahwa ada daerah seperti sengaja membiarkan penamabangan emas secara ilegal terus beroperasi. Alasannya antara lain karena menyangkut nafkah rakyat. Namun, faktanya, berbagai operasi penertiban yang dilakukan pihak kepolisian maupun reaksi masyarakat setempat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa penambangan emas secara liar itu bukanlah pertambangan yang dilakukan secara tradisional, melainkan sudah melibatkan alat‑alat berat. Artinya juga, hal itu sudah melibatkan pemodal besar yang memang dengan sengaja menjerumuskan rakyat biasa ke pekerjaan berbahaya demi keuntungannya sendiri. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved