Salam

Tertibkan Antrean Premium di SPBU  

Stok BBM bersubsidi (premium dan solar) yang tak mampu memenuhi kebutuhan konsumen, sering membuat masyarakat harus mengantre

Tertibkan Antrean Premium di SPBU   
SERAMBI/M ANSHAR
Antrean panjang kendaraan roda empat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 

Stok BBM bersubsidi (premium dan solar) yang tak mampu memenuhi kebutuhan konsumen, sering membuat masyarakat harus mengantre di SPBU-SPBU yang sedang memiliki persediaan  BBM dimaksud. Celakanya, antrean panjang mobil dan sepeda motor, sering membuat arus lalin-lintas di jalan raya sekitar SPBU mengalami kemacetan, terutama pada SPBU-SPBU di perkotaan. Pemandangan ini terjadi setiap hari pada jam-jam tertentu, dan benar-benar sangat mengganggu kelancaran arus lalu-lintas.

Karena itulah, Ketua Fraksi Partai NasDem di DPRK Kota Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab menyorot antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di sejumlah SPBU kawasan Kota Banda Aceh. Sebab, selain menggangu para pengguna jalan lain, juga mengganggu pemilik toko di dekat SPBU. Dia meminta SPBU untuk mengatur secara tertib antrean mobil saat mengisi BBM.

AIni laporan masyarakat yang kita terima, terutama para pengguna jalan dan juga pemilik warung yang merasa terganggu oleh antrean panjang mobil saat mengisi premium di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh,@ kata Daniel.

Dari laporan masyarakat yang diterimanya, banyak pengguna jalan yang merasa terganggu karena antrean panjang sejumlah mobil yang mengular dan memakan setengah badan jalan. Daniel sendiri sempat beberapa kali memantau kondisi tersebut dan menurutnya memang sedikit mengganggu jika pihak SPBU tidak mengatur antrean tersebut.

AYang mengganggu pengguna jalan pantauan kita, antrean yang di dekat putaran arah balik (u-turn), seringnya pengguna jalan lainnya kesulitan memutar arah karena di seberang jalan ada mobil yang sedang mengantre BBM jenis premium,@ kata Daniel.

Antrean panjang mobil menunggu jatah pengisian premium ini juga menyebabkan kemacetan jalan di beberapa SPBU yang ada di Banda Aceh, karena setengah badan jalan terpakai untuk para pemilik mobil yang mengantre premium. ASeringnya kita lihat begitu (macet), karena antrean panjang hingga ke jalan. Ini  mengganggu para pengguna jalan lain,@ ujarnya.

Laporan lainnya yang diterima Daniel adalah dari para pemilik warung atau toko di samping SPBU. Menurutnya, para pemilik toko sering mengeluh karena antrean panjang mobil menunggu jatah pengisian premium menutup akses ke toko mereka. AIni juga paling banyak kita dapat laporan dari para pemilik toko di samping SPBU, seringnya warga yang ingin belanja tidak bisa masuk ke toko karena tertutup antrean mobil,@ kata legislator itu.

Oleh karena itu, dia berharap SPBU yang ada di Kota Banda Aceh terutama yang di pusat keramaian untuk mengatur antrean dengan baik agar tidak mengganggu para pengguna jalan lainnya dan juga para pemilik toko di sampingnya.

Kepada pihak Pertamina, wakil rakyat ini juga meminta agar pasokan BBM jenis premium diatur waktu yang tepat, tidak di jam-jam sibuk. AKita minta Pertamina juga mengatur jam pasokannya secara baik. Karena peminat premium banyak makanya selalu terjadi antrean panjang dan kita berharap agar antrean ini tidak juga mengganggu masyarakat lainnya, yang saya sampaikan ini adalah keluhan masyarakat yang disampaikan kepada saya, @ kata Daniel.

Selain mengganggu lalu-lintas dan pemilik toko, antrean premium itu juga sangat mengganggu para pemilik mobil atau sepeda motor yang ingin mengisi BBM nonsubsidi. Mereka juga terpaksa harus terjebak dalam antrean itu. Ini juga penyebab antrean semakin panjang. Harusnya diatur secara baik sehingga pengantre BBM bersubsidi tidak menghambat para konsumen BBM nonsubsidi. Jadi, sekali lagi kita sangat setuju Pertamina bersama pemilik SPBU dan pihak terkait lainnya mencari solusi agar hal yang sudah menjadi keresahan masyarakat itu tidak terus terjadi.

Kita memahami keinginan pemerintah untuk menjaga daya beli rakyat dengan mengatur harga BBM subsidi dan memperbesar pasokan BBM nonsubsidi. Namun, jangan sampai kebijakan populis ini akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat. Selain karena sering terjadi kekosongan di SPBU-SPBU, juga karena terjadinya kemacetan di jalan raya akibat antrean panjang kandaraan yang ini mengisi BBM bersubsidi. Mereka rela mengantre berlama-lama  karena stok solar dan premium di SPBU-SPBU setiap hari cuma tersedia satu atau dua jam. Setelah itu muncul pengumuman Apremium habis@. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved