Berita Bireuen

Seluruh Keuchik Tiga Kecamatan Berkumpul di Balai Desa Peusangan, Ini Tujuannya

Dalam pertemuan juga dibahas tentang masih banyak siswa belum cukup umur membawa sepeda motor ke sekolah..

Seluruh Keuchik Tiga Kecamatan Berkumpul di Balai Desa Peusangan, Ini Tujuannya
For Serambinews.com
Seluruh keuchik dari Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng serta unsur Forkopimcam ikut pertemuan sosialisasi ketertiban berlalu lintas di Balai Desa Kantor Camat Peusangan Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Seluruh keuchik dari Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen serta unsur Forkompimcam, Rabu (15/01/2020) berkumpul dan mengadakan pertemuan di Balai Desa Kantor Camat Peusangan.

Pertemuan menghadirkan seluruh keuchik dari tiga kecamatan berjumlah 111 orang keuchuk tersebut untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tertib berlalulintas, pemeliharaan kamtibmas yang dilaksanakan Polres Bireuen dihadiri langsung Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi.

Pertemuan juga dihadiri Kasat Lantas Iptu Sandy Titah Nugraha SIK, Kasat Binmas Iptu Razali, Camat Peusangan, Camat Peusangan Selatan, Camat Peusangan Siblah Krueng, Danramil, Danposramil, Kapolsek dan Kapolsubsektor dari tiga kecamatan tersebut.

FM Geudong Segel Tiket Final Turnamen Sepak Bola Keuchik Maradon Cup, Besok, Pusbar Vs Meulila FC

Dukung Tim Porwanas Aceh, Plt Ketua Umum AFA Lakukan Ini

Ketua Forbes DPR RI dan DPD RI Nasir Djamil: Rencana Investasi UEA Harus Segera Ditindaklanjuti

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi yang memimpin langsung sosialisasi ketertiban lalulintas antara lain mengatakan, data angka kecelakaan lalulintas di Peusangan adalah tertinggi atau
nomor satu di Bireuen dalam kasus kecelakaan lalulintas dibandingkan kecamatan lainnya.

Kasat Lantas Polres Bireuen Iptu Sandy Titah Nugraha SIK menambahkan, melihat angka kecelakaan lalulintas tinggi di Peusangan, maka Kapolres mengundang seluruh keuchik mengupas langkah ketertiban berlalu lintas, meningkatkan pemahaman dan upaya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. 

Dalam pertemuan juga dibahas tentang masih banyak siswa belum cukup umur membawa sepeda motor ke sekolah dan nantinya akan dilakukan kerja sama dengan pihak sekolah.

“Nanti ada MoU atau kesepakatan bersama antara kepolisian, jajaran Satlantas dengan seluruh kepala
sekolah di Bireuen, anak belum cukup umur atau berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki SIM tidak boleh mengenderai kenderaan bermotor dan dilarang masuk lingkungan sekolah," tegasnya.

Apabila ada siswa-siswa berboncengan naik sepedamotor tidak memakai helm depan dan belakang, pihak sekolah berdasarkan MoU juga melarang siswa-siswi masuk ke dalam lingkungan sekolah.

"Harapan kita, tertib berlalu lintas tidak hanya dikota saja karena sebagian besar sering bersentuhan dengan Polantas, tetapi tertib dari keluar rumah di kampung-kampung, kita memasyarakatkan budaya tertib berlalulintas harus dimulai dari kampung bukan dari kota," tutur Iptu Sandi Titah Nugraha. (*)

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved