UPTD Lampulo Uji Coba Ponton Baru, Keruk Kolam Dermaga Dangkal

Unit Pelaksana TeknisDaerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, pada Selasa (14/1/2020) melakukan uji coba

UPTD Lampulo Uji Coba Ponton Baru, Keruk Kolam Dermaga Dangkal
DOK UPTD PPS KUTARADJA LAMPULO
Satu beko menaiki ponton baru untuk melakukan uji coba pengerukan dermaga yang dangkal di Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaradja Lampulo, Selasa (14/1/2020). 

BANDA ACEH - Unit Pelaksana TeknisDaerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, pada Selasa (14/1/2020) melakukan uji coba ponton baru dengan mengeruk kolam dermaga I yang dangkal. Ponton yang diadakan pada tahun anggaran 2019 di Batam itu seharga Rp 5,4 miliar.

"Tes ponton baru itu kita lakukan untuk mengetahui volume muatan pasirnya apakah sesuai dengan yang dilaporkan pihak rekanan yaitu bisa mengangkut 230 m3 pasir laut ke daratan," kata Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, Oni Kindi kepada Serambi, Selasa(14/1/2020) Pengadaan ponton yang memiliki panjang 30,50 meter dan lebar 9,75 meter

itu, jelas Oni, sebagai solusi permamen pemerintah dan cara cepat untuk mengatasi setiap kali dangkalnya pintu masuk kolam dermaga I dan II di pelabuhan setempat.

Menurut Oni, setiap musim angin kencang atau musim angin barat dari Oktober hingga Desember, kondisi ombak di laut cukup besar. Akibatnya, pintu masuk kolam dermaga I dan II PPS Kutaradja Lampulo sering kali terjadi penumpukan pasir laut hingga dangkal. "Kondisi itu, membuat boat-boat nelayan ukuran besar di atas 100 GT yang masuk pada saat air laut sedang surut, sering tersangkut di tempat tumpukan pasir laut di depan pintu masuk kolam dermaga," kata Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, Oni Kindi.

Sebelum ada ponton, Oni menyatakan bahwa sebelumnya pengerukan tumpukan pasir yang berada di mulut pintu masuk dermaga I dan II dilakukan setelah proses lelang pekerjaan. Anggaran yang dibutuhkan untuk sekali keruk setiap tahun mencapai Rp 10-Rp 15 miliar. Kondisi itu, sambung Oni, sangat menganggu para nelayan untuk pergi melaut. Karena untuk bisa melaut, nelayan haru menunggu air laut pasang besar agar boat bisa keluar dermaga. Begitu juga sebaliknya saat pulang melaut membongkar ikan.

Tapi mulai tahun 2020, Oni menyatakan, UPTD PPS Kutaradja Lampulo sudah miliki satu unit ponton. "Mulai minggu ini ponton terus kita operasikan untuk pengerukan tumpukan pasir laut yang ada di mulut pintu masuk maupun di dalam dermaga," katanya.

Selain digunakan untuk mengeruk dermaga di PPS Kutaradja Lampulo, ponton tersebut juga bisa mengeruk muara sungai yang dangkal di berbagai daerah. Setiap kabupaten/kota yang ingin menggunakannya maka harus mengajukan permohonan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Ir Ilyas MP yang dikonfirmasi  Serambi menyatakan bahwa dengan adanya ponton maka biaya pengerukan bisa lebih irit karena tidak menunggu proses lelang. Karena pengerukan bisa dilakukan kapan saja tanpa menunggu pasir menumpuk tinggi.

"Ponton itu kita adakan untuk efisiensi anggaran pengerukan kolam dermaga. Setiap tahun tidak kurang dari Rp 10-Rp 15 miliar kita usulkan anggaran untuk pengerukan kolam dermaga I dan II. Tapi, hasil pengerukannya tidak efektif, karena kawasan yang  harus dikeruk sangat terbatas," katanya.

Sementara ponton baru itu bisa mengangkut 230 m3 pasair laut, dan Long Am, alat untuk pengerukan pasir laut dalam kolam dermaga. Kemudian pengerukan di kawasan yang dangkal di lokasi kolam dermaga I seluas 10 hektar dan kolam dermaga II seluas 70 hektar bisa dilakukan kapan saja. "Kedalaman semua kolam dermaga harus ada minimal 4-7 meter pada saat air laut surut. Tujuannya, supaya setiap kapal nelayan kapasitas besar maupun sedang yang masuk ke kolam dermaga I dan II, merasa aman dan kapan saja mereka mau melaut sudah bisa," ungkap dia.

Selain memiliki satu unit ponton baru, pada tahun 2020 Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh juga menambah satu unit alat berat (beko) dan satu unit mobil  angkut pasir. Kedua alat itu untuk mendukung operasional pembuangan pasir  yang sudah dikeruk dari dasar kolam.

Saat ini, UPTD PPS Kutaradja, baru memiliki satu unit ponton, satu unit Long  Am dan satu unit truk kuning kapasitas 6 m3 untuk  mengangkut pasir hasil kerukan. Untuk memaksimalkan kerja ponton, kata Ilyas, perlu ditambah satu  unit beko dan satu unit truk lagi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved