Zuraida Terancam Tak Terima Uang Pensiun Suami  

Zuraida Hanum (41), istri Jamaluddin (55), Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, terancam tidak dapat menikmati uang pensiunan suaminya

Zuraida Terancam Tak Terima Uang Pensiun Suami   
Tribun Medan / Victory
Hakim Jamaluddin dan Zuraida Hanum 

MEDAN - Zuraida Hanum (41), istri Jamaluddin (55), Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, terancam tidak dapat menikmati uang pensiunan suaminya. Sebab, pihak PT Taspen selaku lembaga yang membayar dana pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara masih harus menunggu putusan pengadilan terkait nasib Zuraida.

Seperti diketahui, Zuraida ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dalam kasus pembunuhan berencana terhadap suaminya. Ia menghabisi Hakim Jamaluddin bersama dua pembunuh bayaran yaitu Jefry Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29). Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di jurang kawasan perkebunan sawit, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (29/11/2019) lalu.

Saat menjadi korban pembunuhan, hakim PN Medan, itu masih berstatus sebagai ASN. Otomatis, ia sudah pensiun dari jabatannya. Dalam kasu ini terjadi pengecualian, karena istri Hakim Jamaluddin yang berhak menerima pensiunan suaminya terancam gagal. Zuraida terancam tak dapat menikmati pensiun, karena sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap suaminya.

"Setelah dapat informasi tentang istri almarhum Pak Jamaluddin, kami berkoordinasi dengan pihak PT Taspen. Mereka (Taspen-red) mengatakan, untuk urusan pensiun, janda dari almarhum Bapak Jamaluddin, itu harus menunggu putusan pengadilan," ungkap Sekretaris PN Medan, Leliana Sari Harahap, Selasa (14/1/2020).

Soal siapa yang berhak menerima dana pensiun Hakim Jamaluddin, tambah Leliana, itu masih menunggu hasil putusan pengadilan. “Apakah nanti memang tetap diterima oleh istri almarhum Paka Jamaluddin atau ada yang lain, itu tergantung keputusan pengadilan,” demikian Leliana Sari Harahap.

Memilih diam

Terpisah, Ketua PN Suka Makmue, Arizal Anwar SH, mengatakan, keluarga besar hakim memberi apresiasi kepada Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan yang sudah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Untuk proses hukum dalam kasus itu, menurutnya, tentu harus berpedoman kepada azas praduga tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Namun, kita mendorong hukum harus ditegakkan,” ujar Arizal menjawab wartawan di sela-sela menghadiri penanaman pohon di Kompleks Asrama Polisi Suka Makmue, Nagan Raya, Selasa (14/1/2020). Menurutnya, penegakan hukum bukan saja harapan dari keluarga besar hakim tapi juga pihak keluarga korban dan masyarakat.

Sementara itu, amatan Serambi, kemarin, rumah mertua Hakim Jamaluddin atau rumah  orang tua Zuraida Hanum di Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya, terlihat sepi. Namun, pintu rumah tersebut dalam kondisi terbuka. Hal sama juga terlihat rumah di keluarga Hakim Jamaluddin di Nigan, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya. Namun, keluarga besar korban yang sebelumnya berada di Medan kini sudah kembali  ke Nigan.

Baik pihak keluarga Jamaluddin dan keluarga istrinya tidak ada yang memberikan komentar kepada wartawan. Beberapa media sebelumnya sempat berupaya mendapat keterangan keluarga dari kedua pihak, namun mereka memilih diam. (tribunnews.com/riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved